Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Kadin Targetkan Bangun 1.000 SPPG MBG, Serap 50 Ribu Tenaga Kerja

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menargetkan membangun 1.000 satuan pelayanan pemenuhan gizi

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Eka Yulianti Fajlin
TINJAU DAPUR SPPG - Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya N Bakrie, bersama Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana meninjau SPPG di Plamongansari, Semarang, Jumat (22/8/2025). 


"Ini yang spesial di Kadin, enam ini dibiayai oleh dana CSR. Ini luar biasa. Kadin tadi sudah mengatakan dengan 270 saja menyumbang Rp 540 miliar.

Dana yang sudah beredar di masyarakat dari apa yang sudah kami verifikasi itu Rp 50 triliun.

Jadi, Kadin sudah menyumbang 10 persennya dari apa yang dicapai," paparnya. 


Dia menyebut, dana MBG sendiri untuk intervensi baru Rp10,3 triliun.

Kendati demikian, sudah bisa menggerakkan uang masyarakat melakukan investasi pada infrastruktur SPPG hampir Rp 50 triliun.


"Jadi Rp1 yang dikeluarkan oleh pemerintah bisa menginduksi Rp5 uang masyarakat," ucapnya. 


Dia membeberkan, satu SPPG mengelola uang Rp 10 miliar per tahun. Sebanyak 10,5 persen untuk membayar relawan.

Sedangkan, 85 persen digunakan untuk pembelian bahan baku. Sebanyak 95 persen bahan baku adalah pertanian.


"Jadi, dengan kegiatan ini saya yakin sebetulnya aktivitas pertanian, peternakan, nelayan, UMKM, koperasi, Bumdes dan lain-lain akan maju karena ada satu creating new demand atau new emerging market dan yang kedua garansi pembelian dari Badan Gizi Nasional," jelasnya. 


Selain menghidupkan rantai pasok pangan, program ini juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada kuartal II-2025, sektor makanan dan minuman tumbuh 8 persen.

Salah satunya terdorong oleh kebutuhan suplai SPPG. Bahkan, sejumlah restoran, kafe, dan katering kini beralih fungsi menjadi penyedia SPPG dengan kapasitas melayani ribuan anak per hari.


“Ini bukan sekadar program gizi, tapi juga investasi jangka panjang untuk kualitas SDM Indonesia sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Kami berharap makin banyak anak muda kembali ke sawah, kebun, dan ladang untuk memenuhi pasokan pangan lokal," kata Dadan. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved