HUT RI
Potret Keseruan Warga Binaan Lapas Perempuan Semarang Saat Lomba Agustusan
Sorak sorai dan tawa riang terdengar dari balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sorak sorai dan tawa riang terdengar dari balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Semarang.
Suasana berbeda terasa jelas saat warga binaan pemasyarakatan (WBP) mengikuti rangkaian lomba untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.
Pada halaman lapas yang biasanya dipakai untuk kegiatan olahraga dan apel, hari itu berubah menjadi arena perlombaan.
Baca juga: Aksi Wawan 30 Menit Tangkap 10 Ekor Ikan Lele Ramaikan HUT RI di Kendal
Baca juga: Putret 91 Mobil Hias Ramaikan Karnaval HUT RI, Ada yang Jadi Naga
Spanduk merah putih terpasang di dinding, sementara para WBP mengenakan pakaian sederhana dengan atribut kemerdekaan buatan tangan.
Mereka tampak bersemangat sejak pagi, saling bersorak memberi dukungan kepada rekannya yang berlomba.
Mulai dari lomba karaoke, disusul voli daster antarblok, ambil kelereng, pecah air, hingga lomba bakiak.
Momen paling meriah terlihat saat lomba bakiak.
Beberapa kelompok terjatuh karena langkah yang tidak kompak, tetapi justru memancing gelak tawa seluruh penonton.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak jelas, menyingkirkan sejenak kejenuhan rutinitas di balik jeruji.
Kepala Lapas Perempuan Semarang, Ade Agustina hadir di tengah warga binaan, memberi semangat sekaligus mengawasi jalannya kegiatan.
Ia menilai bahwa lomba-lomba sederhana tersebut bukan hanya hiburan, melainkan sarana pembinaan yang menanamkan sportivitas, kebersamaan, dan rasa cinta tanah air.
“Melalui lomba-lomba sederhana ini, warga binaan bisa merasakan kegembiraan sekaligus menanamkan nilai cinta tanah air, sesuai semangat perjuangan para pahlawan yang kita rayakan setiap momen kemerdekaan,” ujarnya dikutip Tribunjateng, Minggu (24/8/2025).
Antusiasme WBP juga terlihat dari kekompakan antarblok. Mereka saling memberi yel-yel, bahkan menyiapkan kreasi sorakan unik untuk mendukung tim masing-masing.
Kebersamaan itu menjadi salah satu kesan paling menonjol dari peringatan HUT ke-80 RI di lapas.
Perayaan berlangsung hingga siang dengan suasana penuh keceriaan. Meski hadiah yang diberikan sederhana, senyum puas para WBP menunjukkan bahwa momen ini membawa arti besar.
Lapas Perempuan Semarang berharap semangat nasionalisme yang tumbuh dalam perayaan kemerdekaan ini bisa menjadi bekal positif bagi para warga binaan ketika kembali ke masyarakat. (*)
| Kisah Marlina, Bikers Perempuan Asal Aceh Menjelajah Jateng hingga Yogyakarta di Bulan Kemerdekaan |
|
|---|
| Anak-anak Marginal Merayakan Kemerdekaan di Kota Lama, Riang Gembira di Tengah Lomba |
|
|---|
| Terungkap Penyebab Kericuhan di Karnaval Peringatan HUT RI di Desa Tegalglagah Brebes |
|
|---|
| "Rumah Saya Dibakar" Kisah Sochib Pejuang Veteran Soal Pertempuran 5 Hari di Semarang |
|
|---|
| Ketika Eks Napi Teroris dan Mantan Aktivis Jamaah Islamiyah Ikut Upacara HUT RI di Alun-alun Kudus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250824_Lomba-Agustusan-di-Lapas.jpg)