Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Toshiba dan Panasonic Tutup Tiga Pabriknya di Indonesia

Kabar mengejutkan datang dari dunia industri.Dua raksasa elektronik asal Jepang,Toshiba dan Panasonic,memutuskan menutup pabriknya di Indonesia

Editor: rustam aji
tribunjateng/dok
FOTO DOKUMEN - Produk toshiba di pasaran di Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kabar mengejutkan kembali datang dari dunia industri. Dua raksasa elektronik asal Jepang, Toshiba dan Panasonic, memutuskan menutup pabriknya di Indonesia. Pabrik yang ditutup berlokasi di Cikarang, Bekasi, dan di Pasuruan, Jawa Timur.

Kabar ini diungkap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Said Iqbal.

Said mengatakan, Toshiba akan menutup pabrik televisinya di kawasan industri EJIP Cikarang, mulai April 2016 nanti. Toshiba akan tinggal menyisakan investasinya di Indonesia berupa pabrik printer-nya yang berlokasi di Batam.

Sementara, Panasonic akan menutup pabrik lampunya Panasonic Denco, yang berlokasi di Pasuruan.

Penutupan pabrik televisi Toshiba menyebabkan 900 orang buruh berpotensi menjadi korban PHK. "Ini adalah pabrik televisi terbesar Toshiba setelah di Jepang," kata Said Iqbal saat jumpa pers di depan awak media di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta, Selasa (2/2).

Sementara, pabrik Panasonic di Pasuruan akan membuat sekitar 600 buruh kehilangan pekerjaan. Panasonic menutup dua pabriknya, yakni Panasonic Lighting Indonesia (PLI) di Pasuruan, mulai awal Januari 2016 dan satu pabrik lain di Bekasi mulai Februari 2016.

Menurut Said, Panasonic menyisakan investasinya pada tiga pabriknya di Indonesia yakni, Panasonic Manufakturing Indonesia, Panasonic Energy Indonesia (memproduksi baterai) dan Panasonic Healthcare (memproduksi alat kesehatan).

Said mengingatkan Pemerintahan Jokowi bahwa keputusan dua perusahaan tersebut menutup pabriknya di Indonesia merupakan alarm negatif bagi iklim investasi di Indonesia. Sebelumnya, PT Ford Motor Indonesia (FMI) juga memutuskan hengkang dari bisnis kendaraannya di pasar Indonesia.

Said juga mengingatkan agar mewaspadai hubungan mesra yang kini dibangun oleh Pemerintahan Jokowi dengan China (Tiongkok). (*)

Selengkapnya baca Tribun Jateng edisi cetak Rabu (3/2/2016)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved