Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

BEI: Tahun Ini 10 Perusahaan Jawa Tengah Diproyeksikan Go Publik

Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksikan 10 perusahaan di Jawa Tengah akan melantai atau melakukan penawaran umum perdana saham tahun ini.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG/M SOFRI KURNIAWAN/dok
FOTO DOKUMEN Lihat pergerakan saham di pasar modal di gadget 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksikan 10 perusahaan di Jawa Tengah akan melantai atau melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering atau IPO) tahun ini.

Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi mengatakan, dari 10 perusahaan yang berminat untuk menjadi perusahaan terbuka seperti bisnis properti, consumer goods, dan hotel.

Di Jawa Tengah, hingga saat ini telah ada 10 emiten saham dan 1 obligasi yang melakukan IPO.

"Wilayah Jawa Tengah ada sekitar 10 perusahaan potensial, mudah-mudahan bisa go publik di 2019 ini," kata Inarno, kepada Tribunjateng.com, Kamis (14/3/2019).

Disebutkannya, perusahaan yang go publik memiliki banyak manfaat, termasuk peningkatan kredibilitas dan reputasi perusahaan, pertumbuhan valuasi terhadap nilai perusahaan, serta perbaikan tingkat kepatuhan, dan good corporate governance perusahaan.

Hal ini, karena perusahaan akan diawasi langsung oleh regulator bagaimana keterbukaan yang dilakukan perusahaan tersebut.

Selain itu, Inarno berharap tidak hanya 10 perusahaan itu yang melakukan IPO.

Namun lebih banyak perusahaan lagi di Jawa Tengah yang go publik, mengingat jumlah perusahaan di provinsi ini sangat banyak.

"Kami targetkan sebanyak-banyaknya dan untuk menarik perusahaan potensial di Jateng supaya menjadi perusahaan terbuka yang sahamnya dicatatkan, BEI bekerja sama OJK gelar Sosialisasi Terpadu Pasar Modal (STPM) 2019," jelasnya.

Melalui kegiatan yang digelar 13 hingga 15 Maret 2019 tersebut, diharapkan pemahaman masyarakat tentang pasar modal dapat meningkat.

Ditambah, memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam berinvestasi yang cerdas dan aman.

Sekaligus pula sebagai bentuk ajakan persuasif kepada masyarakat untuk dapat menjadi investor di Pasar Modal, dan memberikan informasi kepada perusahaan di daerah tentang akses pendanaan yang mudah melalui Pasar Modal.

"Secara umum, jumlah investor Pasar Modal sektor saham di Provinsi Jawa Tengah per Desember 2018 sebanyak 81.408 investor. Jika dibandingkan jumlah penduduk di pada 2018 yaitu 34.490.835 jiwa, jumlah penduduk Jateng yang berinvestasi di sektor saham sekitar 0,24 persen," ungkapnya.

Kepala OJK Kantor Regional 3 Jateng dan DIY, Aman Santosa menambahkan, tujuan SPMT 2019 untuk meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya di daerah atas informasi aktual perkembangan di Pasar Modal.

"Berdasarkan survei Indeks Literasi Keuangan 2016, indeks Pasar Modal Nasional sebesar 4,4 persen meningkat dari sebelumnya di 2013 sebesar 3,79 persen. Artinya dari 2013 – 2016 meningkat 0,61 persen," Imbuh Aman.

Adapun untuk Indeks Inklusi Nasional 2016 meningkat dari 0,11 persen di 2013 menjadi 1,25 persen di 2016. (Desta Leila Kartika)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved