Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hermawan Kartajaya: Saat Ini Modal Bukan Lagi Kendala Kembangkan UKM

Pakar Ilmu Marketing, Hermawan Kartajaya membagikan kiatnya agar UKM mampu bersaing melebarkan pasar.

Penulis: rival al manaf | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/RIVAL ALMANAF
Pakar Ilmu Marketing Hermawan Kartajaya berbicara dalam IMA Munas Marketing for a Better Indonesia di Gedung Kewirausahaan FEB Undip Semarang, Jumat, (18102019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pakar Ilmu Marketing, Hermawan Kartajaya membagikan kiatnya agar Usaha Kecil Menengah (UKM) mampu bersaing melebarkan pasar.

Kiat itu ia beberkan dalam kuliah umum di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jumat (18/10/2019).

Di hadapan ratusan mahasiswa dalam Indonesia Marketing Association (IMA) Munas Marketing for a Better Indonesia itu, ia menyebut UKM saat ini cukup beruntung.

"Saat ini banyak yang mau disebut UKM tapi usahanya setengah-setengah."

"Dan justru minta terus ke pemerintah. Yang namanya pengusaha, mau itu besar kecil ya usaha terus jatuh-bangun," terang Hermawan Kartajaya.

Founder dari MarkPlus.inc itu mencontohkan saat ini sudah ada bantuan permodalan berbentuk KUR.

"Zaman saya muda dahulu boro-boro ada KUR, cari modal sendiri," terang pria yang kini berusia 71 tahun tersebut.

Saat ini menurutnya, persoalan modal seharusnya sudah bukan lagi menjadi kendala bagi pelaku UKM.

Namun, bagaimana strategi menjual dan melihat pasar adalah yang utama.

Pada kesempatan itu, ia berbagi ilmu kepada mahasiswa yang berada di Gedung Kewirausahaan FEB Undip soal memanfaatkan momentum.

Sebagai pelaku UKM jelas brand yang dimiliki masih dalam lingkup yang kecil.

Orang tidak banyak mengenal, oleh karena itu ia mengajak pelaku usaha kecil dan mikro untuk selalu melakukan perubahan.

"Perubahan itu bukan berarti harus cepat, namun sesuai momentum."

"Cepat di saat yang tepat itu yang disebut memanfaatkan momentum," imbuh Hermawan.

Ia mengungkapkan, saat ini pelaku usaha tidak bisa mengarahkan pelanggan untuk menyukai suatu produk.

Hal itu karena di era teknologi informasi ini setiap orang punya keinginan yang dinamis.

"Pelaku usaha yang seharusnya mengikuti customer."

"Saat tahu dia ada di mana dan ternyata nyaman di sana, itu ditangkap dia," pungkasnya. (Rival Almanaf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved