Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Guru Berkarya

PPT Interaktif Tingkatkan Pemahaman Materi Bagian Tumbuhan

Pembelajaran IPA pada sekolah dasar bertujuan agar peserta didik mampu memahami konsep-konsep IPA

Editor: abduh imanulhaq
IST
Mindarsih SPd, Guru SDN 01 Tanjungsari Kabupaten Pemalang 

Oleh: Mindarsih SPd, Guru SDN 01 Tanjungsari Kabupaten Pemalang

ILMU Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada jenjang pendidikan dasar (SD). Menurut Samatowa (2006:16) IPA merupakan ilmu yang berhubungan dengan gejala alam dan kebendaan yang sistematis, tersusun secara teratur, berlaku umum yang berupa kumpulan dari hasil observasi dan eksperimen. Pembelajaran IPA pada sekolah dasar bertujuan agar peserta didik mampu memahami konsep-konsep IPA, memiliki keterampilan proses, memahami alam sekitar, dan mampu menerapkan konsep IPA untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari,

Fakta pembelajaran yang terjadi di SDN 01 Tanjungsari Kabupaten Pemalang pada angka partisipasi peserta didik pada pembelajaran IPA masih rendah. Jumlah peserta didik yang mengikuti pembelajaran sebesar 36%. Peserta didik juga cenderung diam dan kurang aktif. Hanya satu atau dua peserta didik yang berani bertanya atau menjawab pertanyaan yang diberikan guru.

Hal ini terjadi karena peserta didik merasa bosan dan susah memahami hal-hal yang bersifat abstrak. Seperti pada materi bentuk dan fungsi pada bagian tumbuhan, peserta didik hanya membayangkan apa yang dijelaskan guru tanpa melihat gambar atau tumbuhan secara langsung. Tentu hal tersebut berdampak pada nilai peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM).

Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan variasi penyajian materi bagian tumbuhan. Pemilihan media yang sesuai dapat membantu peserta didik lebih mudah memahami materi tumbuhan.

Salah satu solusi untuk mengembangkan konsep berpikir kritis peserta didik adalah dengan penggunaan media PPT Interaktif. Microsoft Power Point dapat digunakan untuk menyampaikan materi berupa teks, gambar, audio, video, dan animasi.

Jenis dan warna teks juga bisa dikreasikan agar peserta didik tidak merasa bosan. Menurut Sanaky (2009), Microsoft Power Point memiliki beberapa kelebihan. Di antaranya praktis, memberikan kemampuan tatap muka, memiliki variasi teknik penyajian yang menarik dan tidak monoton, dapat menyajikan berbagai kombinasi serta dapat digunakan berulang-ulang.

Sebelum menggunakan Power Point untuk pembelajaran materi tumbuhan, guru terlebih dahulu menyiapkan gambar tumbuhan dan bagian-bagiannya. Guru membuat bagian – bagian tumbuhan dalam bentuk animasi.

Guru juga menambahkan suara agar materi yang disampaikan semakin jelas. Di akhir Power Point interaktif, guru memberi pertanyaan. Jika peserta didik menjawab benar akan keluar emoticon senyum dan jika peserta didik menjawab salah akan keluar emoticon menangis.

Untuk penerapannya dalam proses pembelajaran, dilakukan dengan beberapa tahapan. Pertama, Guru menyampaikan apersepsi dan tujuan mempelajari bentuk dan fungsi bagian tumbuhan. Kedua, guru menyampaikan pada peserta didik langkah-langkah yang dilakukan.

Ketiga, peserta didik mengunduh dan mengamati materi yang ada pada PPT interaktif. Keempat, peserta didik mengerjakan soal yang ada di akhir slide. Kelima, guru memberikan penguatan dan melakukan evaluasi bersama.

Penggunaan media Power Point interaktif yang diterapkan pada pembelajaran IPA kelas 4 SDN 01 Tanjungsari Kabupaten Pemalang terbukti efektif. Hal ini terlihat pada hasil belajar peserta didik yang mencapai KKM sebesar 82% dari prosentase awal 36%. Berarti terjadi peningkatan sebanyak 46%. Penggunaan media ini juga dapat menarik minat peserta didik untuk mengikuti pembelajaran. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved