Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

2 Turis Asing Tewas Tertimbun Longsor saat Menginap di Vila Bali

Dua WNA tewas tertimbun longsor saat menginap di salah satu vila di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.

Tribun Jogja/Istimewa
Ilustrasi jenazah 

TRIBUNJATENG.COM - Dua warga negara asing (WNA) tewas tertimbun longsor saat menginap di salah satu vila di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Kamis (14/3/2024) pagi.

Kedua korban bernama Luciano JH (46), warga negara Belanda, dan Angelina (48) asal Australia.

Identitas Luciano diketahui dari SIM Belanda miliknya yang ditemukan petugas yang melakukan evakuasi di Vila Yeh Baat.

Baca juga: 3 WNA Diamankan Pecalang saat Hari Raya Nyepi di Bali: 2 Mabuk, 1 Depresi

Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi tanpa busana.

Namun pihak kepolisian masih belum bisa memastikan kedua korban pasangan suami istri atau pasangan kekasih.

wisatawan asing yang tewas tertimbun longsor
Petugas saat mengevakuasi jasad wisatawan asing yang tewas tertimbun longsor di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Kamis (14/3/2024). (Polsek Penebel)

"Itu yang kami belum tahu.

Dan, saat ditemukan dalam telanjang," kata Kapolsek Penebel AKP I Gusti Kade Alit Mudiarsa, Kamis (14/3/2024).

Ia menduga vila tempat kedua korban menginap tergerus tanah longsor karena di atasnya terdapat saluran irigasi.

"Di atas vila itu ada saluran irigasi mungkin saluran itu ada bocor atau bagaimana dan sudah lama akhirnya kemarin puncaknya, tergeruslah," ujarnya.

Menurutnya saat longsor terjadi, cuaca sedang tidak dalam kondisi hujan, hanya saja angin bertiup kencang.

Sementara material bangunan vila yang digunakan menginap terbuat dari bambu.

Dari keterangan saksi, pada Rabu malam sekitar pukul 20.00, petugas vila sempat mengingatkan kedua korban agar tak menginap di tempat tersebut karena kondisi listrik sedang padam dan angin kencang.

Namun kedua korban tetap menginap dan identitasnya tidak tercatat karena listrik dalam kondisi mati.

"Sebenarnya sudah tidak diizinkan menginap, karena pada saat malam itu sekitar jam 20.00 itu listrik sedang padam dan ada angin kencang.

Tapi (korban) sudah mondar-mandir," ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved