Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Total 226.601 Jiwa Warga Jawa Tengah Terdampak Bencana

Rentetan bencana yang terjadi di Jateng sejak Januari hingga pertengahan Maret 2024 menyebabkan puluhan ribu warga

Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
Tribunjateng/Saiful Ma'sum
Banjir mulai menggenangi Jalan Kudus-Purwodadi sejak, Kamis (15/3/2024) dengan ketinggian air 30-70 sentimeter. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rentetan bencana yang terjadi di Jateng sejak Januari hingga pertengahan Maret 2024 menyebabkan puluhan ribu warga Jateng mengungsi.

Bahkan Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana menyebut ada 226.601 orang terdampak, 36.086 orang mengungsi, dan 15 orang meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi.


Ratusan ribu jiwa yang terdampak bencana itu tersebar di beberapa wilayah di Jateng. Nana juga mengatakan, Jateng merupakan daerah yang rawan bencana. 


Hal itu mengacu pada data BPBD periode Januari hingga 14 Maret 2024, di mana 134 kejadian bencana, terdiri dari 61 angin kencang, 53 bencana banjir, 18 tanah longsor, dan 2 peristiwa kebakaran permukiman gedung melanda Jateng.


Ia pun merinci, dalam kurun waktu satu pekan, sejak 8 Maret hingga 14 Maret 2024, telah terjadi 30 bencana besar di Jateng. 


"Tercatat sebanyak 14 bencana banjir dan 16 kejadian angin kencang terjadi di 20 kabupaten kota di Jateng," tuturnya, Rabu (20/3/2024).

 

Nana pun sempat meninjau sejumlah lokasi bencana pqda Senin (18/3) lalu. Beberapa wilayah yang ia tinjau yaitu Kabupaten Jepara dan Kabupaten Demak.


Menurutnya banjir di Demak merupakan kejadian banjir kedua di tempat yang. Bahkan, banjir juga merambah ke Kabupaten Kudus. 


Nana mengatakan, penanganan atas kejadian banjir baik di Demak maupun Jepara sudah dilakukan dengan mengevakuasi pengungsi. 


"Tempat evakuasi di Demak dan Kudus ada sekitar puluhan tempat pengungsian," ujarnya.


Nana memeberkan, setiap terjadi bencana, langkah pertama yang selalu dilakukan adalah mengevakuasi masyarakat. Itulah yang dilakukan terhadap warga terdampak, baik di Jepara maupun di Demak. 


Pemprov Jateng bersama BNPB, BPBD, TNI, Polri dan instansi lainnya juga sudah menyiapkan berbagai pelayanan untuk pengungsi. 


Mulai dapur umum, posko Kesehatan, logistik, dan semua kebutuhan dasar masyarakat.


"Di sini masyarakat juga sudah banyak yang kembali ke rumah karena sudah surut. Tanggul juga akan ditutup dalam waktu dua hari," jelasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved