Pendidikan
Rentan Terjerat Pinjol - Judol, Siswa SMKN 1 Sukoharjo Wonosobo Dibekali Literasi Keuangan
Rentan terjerat pinjol hingga judi online di kalangan pelajar, SMKN 1 Sukoharjo Wonosobo tanaman pendidikan keuangan sejak dini kepada siswa.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Rentan terjerat pinjol hingga judi online di kalangan pelajar, SMKN 1 Sukoharjo Wonosobo tanaman pendidikan keuangan sejak dini kepada siswa.
Kepala Sekolah SMKN 1 Sukoharjo Imam Tejo Marwoto mengatakan, pihaknya menggandeng BPR BKK Jateng untuk bersama memberikan literasi dan inklusi keuangan kepada siswa.
Gerakan ayo menabung yang digalakkan BPR BKK Jateng mengajak siswa untuk dapat bijak dalam menggunakan uang dengan cara menabung.
Sebanyak 346 siswa kelas 10 SMKN 1 Sukoharjo telah mengawali membuka rekening tabungan di BPR BKK Jateng untuk menerapkan save uang dengan baik.
"Ini berdasarkan imbauan gubernur anak-anak dicoba bisa rajin menabung agar di masa depan dapat mengelola keuangan dengan baik," ungkapnya, Selasa (8/10/2024).
Baca juga: Viral Terjerat Pinjol Utang Rp 3 Juta untuk DP Mobil, 4 Bulan Jadi Rp 60 Juta
Baca juga: Gen Z dan Milenial Dominasi Kredit Macet Pinjol
Direktur Utama PT BPR BKK Jateng (Perseroda), Koesnanto menjelaskan, BPR BKK Jateng mempunyai gerakan moral yaitu Ayo Menabung di BKK Jateng.
"Salah satu kegiatannya adalah sabuk, itu filosofinya adalah mengeratkan ikat pinggang satu siswa satu buku rekening," ucapnya.
Ini bagian untuk mengajak generasi emas Bangsa Indonesia dalam hal ini siswa dapat menjaga mentalitasnya budaya hidup hemat dan bisa merencanakan masa depannya dengan baik.
"Gerakan Ayo Menabung di BKK Jateng menjadi suatu pencanangan nasional terutama otoritas bagaimana anak muda melek keuangan, dan bisa memerangi judi online dan pinjol," ungkapnya.
Sementara itu, Nikmah Nurbaity, selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Korwil IX mengaku mendukung program ini.
Menurutnya, kecerdasan yang harus dimiliki siswa salah satunya ialah literasi keuangan untuk dapat mendapatkan uang dan mengelolanya dengan baik.
Hal ini menjadi bekal bagi siswa setelah lulus sekolah baik yang akan melanjutkan pendidikan ataupun berwirausaha, pendidikan literasi keuangan sangatlah penting.
"Alhamdulillah hingga saat ini di wilayah saya belum ada laporan anak-anak terjerat pinjol judol, mudah mudahan tidak ada. Literasi keuangan itu materi dasar yang wajib diajarkan kepada siswa," ucapnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo mengatakan hal ini bentuk sinergi antara dunia usaha dengan sekolah.
Dengan ini mendorong anak-anak untuk bisa hidup sederhana dan berhemat dengan cara management keuangan yang baik di tengah maraknya pinjol dan judi online saat ini.
"PR kita untuk menyiapkan generasi muda yang akan datang, yang mungkin 5 tahun ke depan mereka akan mengisi bangsa ini," tandasnya. (ima)
| Pengembangan Teknik Konseling untuk Gen Z Jadi Agenda Asosiasi Prodi BK |
|
|---|
| Buruh Menanti 24 Desember: UMK 2026 Segera Ditetapkan, Kenaikan Dinilai Belum Kejar Kebutuhan Hidup |
|
|---|
| FIK Awards dan Duta FIK 2025, FIK UDINUS Perkuat Peran Kampus sebagai Inkubator Talenta Prestatif |
|
|---|
| Perguruan Tinggi Diminta Tingkatkan Daya Saing lewat Kurikulum Berbasis OBE |
|
|---|
| Panen Perdana Melon Premium, UPGRIS Mulai Perkenalkan Edupark sebagai Wisata Belajar Modern |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/harjo-Wonosobo-bersama-BPR-BKK-Jateng-menggel.jpg)