Pendidikan
FIK Awards dan Duta FIK 2025, FIK UDINUS Perkuat Peran Kampus sebagai Inkubator Talenta Prestatif
Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Dian Nuswantoro kembali menegaskan perannya sebagai ruang pengembangan talenta prestatif
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Dian Nuswantoro kembali menegaskan perannya sebagai ruang pengembangan talenta prestatif melalui penyelenggaraan FIK Awards dan Duta FIK 2025.
Ajang ini tidak sekadar menjadi seremoni penghargaan, tetapi juga panggung strategis untuk menampilkan ekosistem kampus yang mendorong prestasi, kepemimpinan, kewirausahaan, dan dampak sosial mahasiswa.
Puncak acara yang digelar di Auditorium H7 UDINUS diikuti ratusan mahasiswa dari delapan kategori FIK Awards serta para finalis Duta FIK 2025.
Dekan FIK UDINUS, Sri Winarno, M.Kom., Ph.D., menegaskan bahwa FIK Awards dan pemilihan Duta FIK UDINUS merupakan bagian dari strategi fakultas membangun kebiasaan baru yang memotivasi mahasiswa untuk terus berprestasi.
“Apresiasi ini adalah investasi jangka panjang. Kampus harus menjadi tempat mahasiswa menemukan, mengasah, dan menunjukkan potensinya. FIK Awards kami dorong menjadi agenda tahunan untuk memperkuat citra FIK sebagai fakultas yang progresif dan berprestasi, kemudian Duta FIK diharapkan menjadi penghubung antara mahasiswa dan pimpinan fakultas sekaligus wajah FIK di ruang publik” ujarnya.
Pemilihan Duta FIK 2025 sebagai representasi nilai, karakter, dan identitas Fakultas Ilmu Komputer.
Proses seleksi melibatkan dekanat, dosen Ilmu Komunikasi, serta perwakilan Dinas Kebudayaan Kota Semarang sebagai juri.
Perwakilan juri dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Mazaya Chika Savitri, S.I.Kom., menilai setiap finalis memiliki keunikan tersendiri.
Ia menekankan pentingnya keramahan dan kerendahan hati sebagai karakter utama.
“Kami berharap Duta FIK terpilih mampu membawa nama FIK hingga level nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Sebagai Duta FIK 2025, Salsabilla Diana Putri, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, menyatakan komitmennya untuk menjadi teladan dan penggerak prestasi mahasiswa.
Senada, Radja Daffa Ramadhan, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual, menegaskan bahwa Duta FIK ingin menjadi ruang kolaborasi yang melahirkan proyek kreatif dan inovatif lintas mahasiswa.
Selain pemilihan Duta FIK, sorotan utama datang bagi mahasiswa Program Studi Animasi, Muhammad Rajata Rakha Wahana.
Dia berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Mahasiswa Berprestasi Akademik dan The Most Innovative Project.
Ia mengungkapkan karya yang membawanya meraih penghargaan berangkat dari isu lingkungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/251218_udinus.jpg)