Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pendidikan

Pengembangan Teknik Konseling untuk Gen Z Jadi Agenda Asosiasi Prodi BK

Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia secara resmi menetapkan pembentukan Asosiasi.

TRIBUN JATENG/Franciskus Ariel Setiaputra
Prodi BK- Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia secara resmi menetapkan pembentukan Asosiasi Prodi BK Swasta Indonesia dalam deklarasi temu kolegial, Kamis (18/12/2025) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia secara resmi menetapkan pembentukan Asosiasi Prodi BK Swasta Indonesia dalam rangkaian Seminar Nasional dan Temu Kolegial Prodi BK PTS Se-Indonesia yang digelar di Semarang, Kamis (18/12/2025).

Dalam forum tersebut, Dr. Hardi Santoso, M.Pd. terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asosiasi Prodi BK Swasta Indonesia untuk periode 2025-2029.

Tentu, momen ini menandai babak baru konsolidasi nasional Prodi BK PTS dalam memperkuat mutu pendidikan, kolaborasi akademik, serta pengembangan profesi bimbingan dan konseling di Indonesia.

Pembentukan asosiasi ini diikuti oleh 54 Program Studi BK dari 54 perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia.

Baca juga: Kota Pekalongan Integrasikan Data Pertanahan-Pajak, Wamen ATR/BPN Sebut Jadi Percontohan Nasional

Baca juga: Daklan Kecewa, Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo di Brebes Ditahan Bumdes Sidakaton

Total peserta kegiatan mencapai 1.158 orang baik dosen maupun mahasiswa, terdiri dari sekitar 200 peserta luring dan 958 peserta daring.

Sebagai ketua terpilih, Dr. Hardi Santosa, M.Pd menegaskan bahwa Asosiasi Prodi BK Swasta Indonesia memiliki posisi strategis dalam peningkatan mutu pendidikan BK, baik dari sisi dosen maupun mahasiswa.

“Asosiasi ini sangat strategis untuk peningkatan kualitas dan mutu, baik dosen maupun mahasiswa BK. Ke depan, kami akan menindaklanjuti dengan program-program konkret yang berdampak langsung,” kata Hardi.

Ia menjelaskan, sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari penyelenggaraan penghargaan dan kompetisi, lomba inovasi konseling, hingga pengembangan teknik konseling yang relevan dengan tantangan Generasi Z.

“Kami akan mendorong adanya lomba teknik konseling, inovasi menghadapi dinamika Gen Z, serta memperkuat publikasi dan riset dosen agar benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, asosiasi ini juga akan mengimplementasikan nota kesepahaman (MoU) antar Prodi BK PTS se-Indonesia, dengan fokus pada kolaborasi joint research, joint conference, hingga perluasan kerja sama internasional.

“Dalam jangka pendek, kami akan mengokohkan kepengurusan internal. Pada 2026 nanti akan dilaksanakan rapat kerja untuk merumuskan program tahunan asosiasi, dengan tujuan menjadikan forum ini sebagai tempat bertumbuh bagi mahasiswa dan dosen BK,” jelas Hardi.

Ia juga menekankan peran strategis lulusan BK sebagai calon guru BK dan konselor sekolah yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan mental peserta didik.

“Guru BK harus memiliki kompetensi keilmuan yang kuat, menguasai berbagai teknik konseling dan asesmen, sehingga mampu menjawab tantangan psikologis remaja di era digital,” pungkasnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Dini Rakhmawati, M.Pd., menyampaikan bahwa pembentukan asosiasi ini menjadi jawaban atas kebutuhan Prodi BK PTS untuk bergerak bersama menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi.

“Selama ini Prodi BK PTS kerap berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi tantangan akreditasi, perubahan kurikulum, dan tuntutan pendidikan berdampak. Dengan lahirnya asosiasi ini, kita menegaskan bahwa masa berjuang sendiri telah berakhir,” ujarnya.

Menurut Dini, keberadaan asosiasi akan menjadi ruang berbagi pengetahuan, sumber daya, dan praktik baik antar Prodi BK PTS. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved