Labaran 2025
Panen Cuan Bagi Pramubarang di Stasiun Tawang Semarang saat Momen Lebaran
Tugino tampak cekatan mengangkat koper ukuran sekira 22 inch dari lantai stasiun ke pundaknya.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -Tugino tampak cekatan mengangkat koper ukuran sekira 22 inch dari lantai stasiun ke pundaknya.
Pria 47 tahun ini kemudian berjalan cepat disusul oleh penumpang kereta api untuk menuju ke gerbong.
Aktivitas tersebut dilakukan Tugino lebih dari 10 kali dalam sehari pada masa lebaran.
"Penghasilan saya bisa naik dua kali lipat saat musim lebaran ini," kata Tugino seorang pramubarang atau porter kepada Tribun di Stasiun Tawang Semarang , Jumat (4/4/2025).
Baca juga: Film Komang, Hadirkan Kisah Cinta Berliku Raim Laode dan Komang Ade di Layar Lebar
Berkah lebaran dirasakan oleh para pramubarang di Stasiun Tawang.
Mereka sampai tidak libur lebaran untuk panen "cuan" setahun sekali.
Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang menyebut, jumlah penumpang baik keberangkatan maupun kedatangan di Stasiun Tawang mencapai lebih dari 52 ribu orang perhari selama masa libur lebaran.
Puluhan ribu orang tersebut merupakan sumber pendapatan bagi 60 porter di Stasiun Tawang.
Hal itulah yang dirasakan oleh Tugino. Sebab, dia merasa lebaran tahun ini lebih ramai dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah, tahun ini berkah karena lebih ramai," katanya.
Ramainya penumpang di stasiun ikut pula mendongkrak pendapatan Tugino.
Dia menyebut, satu hari bisa mengantongi pendapatan bersih sampai Rp300 ribu.
"Kami tidak mematok tarif. Tinggal seikhlasnya penumpang," terangnya.
Pendapatan yang berlipat ganda itu membuat Tugino sumringah sehingga ketika momen lebaran selalu menjadi berkah baginya.
"Ya tidak lebaran tak masalah karena banyak penumpang banyak rezeki," kata warga Bandarharjo, Semarang Utara ini.
| 41 dari 130 Armada Diremajakan, BRT Trans Semarang Dikejar Tuntas September 2026 |
|
|---|
| Pemerintah Kejar Investasi Timur Tengah, Industri Manufaktur jadi Sasaran |
|
|---|
| Sosok Frans Kongi di Mata Para Pengusaha, Sederhana dan Tak Pelit Ilmu |
|
|---|
| Rumah Kiai Cabul di Pati, Digeruduk Ratusan Orang, Dipasangi Spanduk Sang Predator |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Semarang Night Carnival Dibatalkan, Wali Kota: Demi Keselamatan Publik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Para-porter-atau-pramubarang-membantu-penumpang-kereta-api.jpg)