Wonosobo Hebat

Titik Awal Penetapan Hari Jadi Wonosobo yang Kini Telah Berusia Dua Abad

TribunJateng.com/Imah Masitoh
Puluhan balon udara diterbangkan di Alun-alun Wonosobo, Jumat (28/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Sejuknya udara pegunungan, panorama keindahan alam Wonosobo, dan budaya di masyarakatnya begitu banyak menyimpan kisah-kisah lampau.

Di balik gunung-gunung yang menjulang tinggi, kota ini menyimpan sejarah panjang yang baru benar-benar dirangkai dengan utuh pada sebuah peristiwa penting.

Seminar Hari Jadi Wonosobo tepatnya pada 28 April 1994 mengawali penelusuran kembali jejak-jejak sejarah yang selama ini tercecer dalam arsip, dokumen kolonial, dan cerita lisan.

Sebuah forum ilmiah ini digelar menjadi titik temu antara akademisi, tokoh masyarakat, dan para pemimpin daerah. 

Tim peneliti dari Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada (UGM) hadir dengan riset yang membawa data-data ilmiah untuk menguak sejarah Wonosobo. 

Bersama Muspida, para sesepuh dan pinisepuh dari berbagai kota seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, serta pimpinan DPRD dan tokoh-tokoh penting lainnya, mereka duduk bersama menelusuri ulang benang sejarah Wonosobo.

Bukan perkara mudah dalam menentukan sebuah hari jadi. Sebab di dalamnya tidak hanya mengangkat sekadar angka tanggal tertentu saja.

Melainkan sebuah makna identitas yang mengakar pada ingatan kolektif khususnya masyarakat Wonosobo. 

Setelah melalui diskusi panjang dan penelaahan sumber sejarah, akhirnya disepakati sebuah titik awal, tanggal 24 Juli 1825.

Tanggal ini bukan sembarang hari melainkan menjadi simbol berdirinya Wonosobo sebagai satu kesatuan wilayah yang memiliki struktur pemerintahan dan pengakuan sejarah yang jelas. 

Sejak saat itu, 24 Juli bukan hanya tanggal di kalender saja, tapi momentum yang setiap tahunnya mengikat rasa memiliki warga terhadap kotanya.

Setiap tahunnya gelaran prosesi peringatan Hari Jadi Wonosobo rutin digelar secara meriah. Sejak disepakatinya Hari Jadi Wonosobo jatuh pada 24 Juli 1825, tahun ini Wonosobo tepat menginjak usia ke 200 tahun atau 2 abad. (ima)

Baca juga: Wilāyat al-Faqīh dan Ekonomi Iran: Kajian Politik-Spiritual dalam Lanskap Ekonomi Global

Baca juga: Kapolres Wonogiri Tekankan Kepada Bhabinkamtibmas Soal Deteksi Dini dan Kewaspadaan Isu ODOL

Baca juga: Pemkab Banyumas Mulai Rehabilitasi 500 RTLH, Ini Hasil Kolaborasi Bersama Yayasan Tzu Chi