Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Curhat Pedagang Pakaian Pasar Segamas Purbalingga yang Kini Sepi Pembeli

Ia mengatakan, dahulu tarif parkir di Pasar Segamas hanya Rp 1000. Namun saat ini sudah naik menjadi Rp 2000

Tayang:
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Farah Anis Rahmawati
SEPI PEMBELI: Sujatno (83), pedagang pakaian di Pasar Segamas yang sedang duduk sembari menanti pembeli, Kamis (2/10/2025).  

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA — Di salah satu kios los Pasar Segamas Purbalingga, Sujatno (83) seorang pedagang pakaian, tampak duduk termenung di antara dagangannya. 

Wajahnya terlihat lelah, namun penuh harap, sembari menatap para pengunjung yang lalu lalang di depan kiosnya.

Sesekali matanya mengikuti langkah orang yang lewat, berharap ada yang singgah, meski hanya untuk melihat-lihat.

Namun hingga menjelang siang, tumpukan pakaian di kiosnya masih tersusun rapi, belum ada satu pun yang terjual.

Baca juga: Pasangan Suami Istri Lansia di Purbalingga Tewas Dibacok, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Sujatno bukan pedagang baru. Ia telah berjualan di Pasar Segamas sejak tahun 1965. 

Ia mengatakan, kondisi penjualannya saat ini sudah sangat memprihatikan. 

Hampir setengah tahun ini ia dan pedagang lainnya mengeluh sepi pembeli. 

Menurutnya, selain karena meningkatnya minat belanja online, pembeli juga sudah enggan berbelanja di pasar karena naiknya tarif parkir. 

"Sekarang kondisi penjualan di Pasar Segamas sudah parah. Sepi, apalagi sekarang pada beli di online. Mereka juga pada gak mau kesini semenjak parkir naik," katanya, Kamis (2/10/2025). 

Ia mengatakan, dahulu tarif parkir di Pasar Segamas hanya Rp 1000. Namun saat ini sudah naik menjadi Rp 2000.

Sujatno menuturkan memiliki 3 kios dalam los di Pasar Segamas.

Ia menjual beraneka macam pakaian, mulai dari untuk anak-anak hingga dewasa. Namun untuk ketiga kiosnya saat ini kondisinya sama, sepi pembeli. 

Meskipun demikian, ia menjadi salah satu pedagang yang cukup beruntung, karena belum sampai gulung tikar seperti rekan-rekannya. 

"Meski sepi saya masih bertahan, karena memang untuk kebutuhan. Itu di belakang tadinya masih ada yang jual, tapi sekarang udah kosong karena pada bangkrut," katanya. 

Setiap hari Sujatno mengatakan tidak selalu mendapatkan pembeli. Bahkan dalam sehari ia pernah hanya berpenghasilan Rp 50 ribu. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved