Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

OJK Purwokerto: Gen Z Rentan Terjerat Paylater

Gen Z menjadi kelompok yang paling rentan terpapar godaan transaksi instan paylater.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
MEDIA GATHERING - Kepala Kantor OJK Purwokerto, Haramain Billady (kiri) bersama Ketua PWI Banyumas, Lilik Darmawan (kanan) dalam Media Gathering dan Capacity Building OJK Purwokerto di Yogyakarta, Rabu (3/12/2025). Kepala OJK Purwokerto mengingatkan Gen Z menjadi kelompok yang paling rentan terpapar godaan transaksi instan tersebut. (Tribun Jateng/Permata Putra Sejati) 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO -  Kepala Kantor OJK Purwokerto, Haramain Billady, mengingatkan, Gen Z menjadi kelompok yang paling rentan terpapar godaan transaksi instan paylater.

Kemudahan fitur paylater bisa menjadi jebakan bagi generasi muda.

Terutama karena sebagian dari mereka belum memiliki kemampuan dasar dalam pengelolaan keuangan.

Baca juga: Banyak Penipuan Keuangan, OJK Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

"Kadang-kadang Gen Z pengelolaan keuangannya masih basic. Harapannya jangan sampai pemuda terpapar paylater. Kalau tidak butuh, jangan. Pahami kebutuhan dulu," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, dalam Media Gathering dan Capacity Building OJK Purwokerto di Yogyakarta, Kamis (4/12/2025). 

Selain risiko konsumtif paylater, OJK menyoroti bahaya penipuan keuangan (scam) yang terus naik tiap tahun. 

Sejauh ini, OJK Purwokerto menerima beberapa laporan scam. 

OJK juga meminta masyarakat segera melapor apabila menjadi korban scam dan penyalahgunaan data pribadi.

Peringatan OJK terhadap Gen Z soal pengelolaan keuangan menjadi relevan di tengah pertumbuhan transaksi digital, kenaikan jumlah investor muda, dan meningkatnya ancaman penipuan keuangan. 

Literasi keuangan yang kuat menjadi kunci agar generasi produktif tidak mudah terjebak godaan paylater maupun menjadi korban scam.

Dalam kesempatan tersebut OJK Purwokerto memaparkan perkembangan kinerja sektor jasa keuangan di eks Karesidenan Banyumas.

Dari sektor perbankan (BU/BPR/S) pada posisi September 2025: aset tumbuh 4,91 persen (YoY), kredit juga tumbuh 5,63 persen (YoY), dana pihak ketiga (DPK) naik 5,08 persen (YoY). 

Namun, rasio kredit bermasalah (NPL) meningkat menjadi 5,65 persen sejak 2021.

Kemudian Bank Umum per (September 2025): aset naik 4,36 persen (YoY), kredit naik 6,60 persen (YoY), DPK naik 5,85 persen (YoY), NPL naik dari 2,61 persen (2024) ke 3,42 persen (2025), LDR naik menjadi 102,42 persen. 

BPR dan BPRS yaitu aset tumbuh 6,98 persen (YoY), DPK tumbuh 0,50 persen (YoY), kredit turun -0.84 persen (YoY), NPL melonjak menjadi 21,55 persen, LDR turun menjadi 77,34 persen. 

OJK melaporkan komposisi penyaluran kredit berdasarkan jenis penggunaan yaitu modal kerja sebesar 54 persen. Sementara berdasarkan kategori usaha: UMKM sebesar 52 persen.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved