Berita Banyumas
Bupati Banyumas: Tol Pejagan-Cilacap Digarap Mulai 2029
Tol Pejagan- Cilacap sepanjang 142,2 kilometer yang melintasi Banyumas ini dipastikan telah masuk di dalam perencanaan Bappenas 2029.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Ketimpangan akses infrastruktur antara wilayah utara dan selatan Jawa Tengah selama ini menjadi tantangan klasik pembangunan.
Rencana pembangunan Tol Pejagan- Cilacap sepanjang 142,2 kilometer yang masuk perencanaan Bappenas 2029 membawa harapan baru bagi percepatan konektivitas dan pemerataan ekonomi di kawasan barat provinsi ini.
Kepastian ini disampaikan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono pada Senin (26/1/2026).
Baca juga: Wisata Air Unggulan di Selatan Banyumas Ditutup Total Dampak Banjir Bandang Gunung Slamet
Menurut Sadewo, proyek strategis nasional ini merupakan hasil usulan Pemkab Banyumas guna memecah kebuntuan jalur tengah yang selama ini kerap mengalami kemacetan parah, terutama di titik-titik rawan seperti perlintasan sebidang Bumiayu.
"Kami sudah melakukan langkah proaktif, termasuk mencarikan investor dari Cina."
"Pihak investor menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan pembangunan fisik."
"Untuk urusan pembebasan lahan, akan diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Pusat," ujar Sadewo, Senin (26/1/2026).
Kehadiran jalan bebas hambatan yang melintasi empat kabupaten (Brebes, Tegal, Banyumas, dan Cilacap) ini diprediksi akan menjadi motor penggerak ekonomi baru.
Baca juga: Komunikasi Budaya Panginyongan: Strategi Moderasi dari Tanah Banyumas
Berdasarkan data studi kelayakan, proyek ini memiliki nilai manfaat ekonomi atau Economic Net Present Value (ENPV) mencapai USD 1,09 miliar atau setara lebih dari Rp17 triliun.
Indikator finansial lainnya juga menunjukkan angka yang sangat menjanjikan, dengan Financial Internal Rate of Return (FIRR) sebesar 13,60 persen dan Economic Internal Rate of Return (EIRR) mencapai 19,54 persen.
Jalan tol ini akan memangkas waktu tempuh logistik dari pelabuhan Cilacap di selatan menuju jalur ekspor di utara secara signifikan.
Tak hanya sektor industri, sektor pariwisata di Banyumas Raya dan pesisir Cilacap juga diyakini akan terdongkrak drastis seiring makin mudahnya akses bagi wisatawan dari arah Jakarta maupun Semarang.
"Selama ini faktor geografis menjadi tantangan utama distribusi komoditas. Dengan tol ini, alur barang dan jasa akan jauh lebih efisien dan murah," tutupnya. (*)
| Libur Panjang Kenaikan Isa Al-Masih, Layanan SIM di Banyumas Tutup 2 Hari, Pemohon Dapat Dispensasi |
|
|---|
| Problem Pertanian di Jasela, Bulog: Peralatan Kalah Jauh Modern dari Pantura |
|
|---|
| Pakar Sejarah Maritim UI: Jasela Pernah Jaya sebagai Pintu Ekspor |
|
|---|
| Potensi Jasela sebagai Daerah Penyangga Pangan Selaras Visi Presiden Wujudkan Kemandirian Pangan |
|
|---|
| Mau Liburan Naik Kereta? KAI Daop 5 Tambah 1.450 Kursi Tambahan hingga 17 Mei 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260126-_-Bupati-Banyumas-Perlihatkan-Buku-Rencana-Tol-Pejagan-Cilacap.jpg)