Kamis, 14 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Pakar Sejarah Maritim UI: Jasela Pernah Jaya sebagai Pintu Ekspor 

Jawa Tengah bagian Selatan (Jasela) sedang dikaji agar menjadi Daerah Khusus Penyangga Pangan di Indonesia. 

Tayang:
TRIBUN JATENG/Fajar Bahruddin Achmad
FGD JASELA - Pakar Sejarah Maritim Universitas Indonesia, Prof Susanto Zuhdi, saat memaparkan materi dalam Focus Group Discussion (FGD) di Gedung PD Muhammadiyah Banyumas, Rabu (13/5/2026). (Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad) 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Jawa Tengah bagian Selatan (Jasela) sedang dikaji agar menjadi Daerah Khusus Penyangga Pangan di Indonesia. 

Jasela ini mencakup 10 kabupaten/kota, meliputi wilayah Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen) dan wilayah Purwomanggung (Purworejo, Wonosobo, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Temanggung).

Rancangan pengembangan Jasela, disebut oleh Prof Susanto Zuhdi yang merupakan Pakar Sejarah Maritim dari Universitas Indonesia, akan mengembalikan kejayaan jalur selatan seperti dulu kala di era Kolonial Belanda. 

Baca juga: Potensi Jasela sebagai Daerah Penyangga Pangan Selaras Visi Presiden Wujudkan Kemandirian Pangan

Jalur selatan dulunya merupakan pintu ekspor menuju Eropa.

Kejayaan itu juga pernah dituliskan oleh Pro Susanto Zuhdi dalam bukunya yang berjudul 'Cilacap: Bangkit dan Runtuhnya Suatu Pelabuhan di Jawa.'

Kantor dagang internasional

Prof Susanto Zuhdi mengatakan, tidak benar jika Cilacap dikatakan sebagai daerah pinggiran dan terpinggirkan serta tempat pembuangan karena ada Nusakambangan. 

Sejarah mencatat, fungsi jalur laut di Cilacap dulu berperan sangat besar.

Cilacap menjadi pintu ekspor, bahkan di sana ada kantor dagang internasional. 

"Jadi, Pelabuhan Cilacap memegang peran penting dalam pengembangan ekspor. Ketika itu Cilacap menjadi ancaman bagi pelabuhan di Pantura, seperti Cirebon dan Semarang," katanya dalam FGD di Gedung PD Muhammadiyah Banyumas, Rabu (13/5/2026).

Prof Zuhdi mengatakan, runtuhnya Pelabuhan Cilacap dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu faktor utamanya adalah semakin luasnya jaringan jalan raya dan kereta api.

Hal itu membuat cash-crops dan barang lainnya lebih mudah diangkut ke pelabuhan-pelabuhan di Pantura.

"Landasan historis ini bisa menjadi bahan untuk membangkitkan kejayaan Cilacap agar tidak saja berhenti di masa Jepang masuk," ungkapnya. 

Perkembangan ekonomi selatan 

Menurut Prof Zuhdi, gagasan pentingnya Cilacap sebagai jalur perdagangan ekspor juga pernah dikemukakan oleh Soemitro Djojohadikusumo.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved