Berita Banyumas
Menebar Bibit Kelapa Genjah, Banyumas Bersiap Pegang Takhta Pusat Ekspor Gula Kelapa Dunia
Di Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, pekerjaan sebagai penderes kelapa seakan kehilangan pamornya
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kabupaten Banyumas melihat program kelapa genjah bukan sekadar inovasi teknis, tetapi strategi ekonomi jangka panjang.
- Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menegaskan ambisi menjadikan daerahnya sebagai pusat eksportir gula kelapa dunia.
- Sadewo menyebut, sekitar 90 persen kebutuhan gula kelapa dunia dipasok dari Indonesia.
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Di Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, pekerjaan sebagai penderes kelapa seakan kehilangan pamornya.
Wawan Ruswandi, anggota Gapoktan Margo Utomo, menyebut hanya satu orang yang masih bertahan memanjat pohon kelapa untuk menyadap nira.
"Sekarang di desa saya cuma satu orang yang masih bertahan sebagai penderes," ujarnya.
Pekerjaan itu menurutnya memang tak lagi diminati.
Pohon kelapa yang menjulang tinggi membuat risiko kecelakaan kerja semakin besar.
Baca juga: Ketika Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Buka Harapan Baru Penderes di Banyumas
Baca juga: Kronologi Mintel Kucing di Blora Ditendang hingga Stres dan Mati saat Jalan-Jalan, Pelaku Nantangin
Tak sedikit penderes yang terjatuh, mengalami cedera serius, bahkan lumpuh.
"Pohon tinggi, banyak terjadi kecelakaan, jadi orang menghindari pekerjaan itu. Kita coba supaya petani bisa kembali memproduksi gula dengan kelapa yang pendek," kata Wawan kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (1/2/2026).
Harapan baru kini datang dari program pengembangan kelapa genjah varietas kelapa pendek yang mulai berbuah pada ketinggian sekitar 1 sampai 2 meter.
Di desanya, sekitar 2.440 bibit kelapa genjah direncanakan didistribusikan.
Namun, baru 500 bibit yang tiba dan telah ditanam sekitar lima hingga enam bulan yang lalu.
Menurut Wawan, program ini sangat prospektif karena jumlah penderes terus menyusut.
Padahal, dulu hampir setiap warga menggantungkan hidup dari gula kelapa.
Saat ini, satu penderes yang masih bertahan menggarap sekitar 15 pohon, dengan produksi gula cetak sekitar 3 sampai 5 kilogram per hari.
Kondisi itu bisa mencapai 6 kilogram saat kondisi baik.
Harga gula cetak berkisar Rp16.000 hingga Rp18.000 per kilogram.
| Pria di Banyumas Bawa Kabur Mobil lalu Digadaikan, Modusnya Pura-pura Transfer DP di ATM |
|
|---|
| Perbakin Banyumas Juara Umum Kejurnas JOSS 2026 Seri 1, Sabet Total 10 Medali |
|
|---|
| Jasad Lansia Ditemukan Tersangkut di Bendung Gerak Serayu, 19 Km dari Lokasi Hilang |
|
|---|
| Purwokerto Half Marathon 2026 Catat Rekor Cheering Terbanyak, Target 15 Ribu Pendatang ke Banyumas |
|
|---|
| PHM 2026 Targetkan Perputaran Uang Capai Rp10 Miliar, Bidik Dua Rekor MURI Sekaligus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260202banyumas.jpg)