Berita Banyumas
Gunung Slamet Level II Waspada, Aktivitas Gempa Hembusan Meningkat
Aktivitas kegempaan hembusan di Gunung Slamet tercatat meningkat sejak, Jumat (13/2/2026)
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Aktivitas kegempaan hembusan di Gunung Slamet tercatat meningkat sejak, Jumat (13/2/2026), meski status gunung api tertinggi di Jawa Tengah itu masih berada pada Level II atau Waspada.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Slamet periode pengamatan 15 Februari 2026 pukul 00.00 - 24.00 WIB dari Pos Pengamatan Gunungapi Slamet, tercatat 315 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3 - 6 mm dan durasi 27 - 56 detik.
Selain itu, juga terekam 71 kali gempa low frekuensi dengan amplitudo 3 - 6 mm dan durasi 7 - 25 detik.
Sementara tremor menerus (microtremor) tercatat dengan amplitudo 0,5 - 1,5 mm, dengan dominan 1 mm.
Baca juga: Viral Aliran Curug Cipendok Berwarna Keruh, Benarkah Dampak Bekas Proyek PLTP di Gunung Slamet?
Baca juga: Adanya Banjir Besar Picu Tuntutan Tambang Gunung Slamet Tutup, Penolakan oleh Aktivis Kian Menguat
Petugas melaporkan bahwa kegempaan hembusan tersebut mengalami peningkatan sejak 13 Februari 2026 hingga kini.
Secara visual, gunung yang berada di wilayah Kabupaten Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Purbalingga itu tampak berkabut pada tingkat kabut 0-I hingga 0-III.
Tidak teramati adanya asap kawah selama periode pengamatan.
Kondisi cuaca di sekitar gunung tercatat cerah, berawan, mendung, hingga hujan.
Angin bertiup lemah hingga kencang ke arah timur dan selatan, dengan suhu udara berkisar 21,3 - 25,7 derajat Celsius dan kelembaban 76 - 91 persen.
Curah hujan tercatat 3 mm per hari.
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Slamet masih berada pada Level II atau Waspada.
Sumber data Senin (16/2/2026) dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat serta pengunjung atau wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah puncak Gunung Slamet. (jti)
| "Kalau Diputus Bersalah, Kami Lapor Presiden", Pledoi Tambang Ajibarang Memanas di PN Purwokerto |
|
|---|
| Pemkab Banyumas Masih Kaji Kebijakan WFH dari Pemerintah Pusat |
|
|---|
| Dian Ibu Rumah Tangga di Purwokerto Khawatir dengan Kenaikan BBM, Sebut Dapur Bisa 'Meledak' |
|
|---|
| Ini Siasat Pemkab Banyumas Hadapi Isu Pemotongan Anggaran Dampak Ekonomi Global: Nanti Kita Lihat |
|
|---|
| Jaringan Obat Terlarang Kiriman Jakarta Digerebek di Banyumas, 1.055 Butir Disita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260216_gunungslamet.jpg)