Perampokan Bersenjata di Banyumas
Sepekan Sudah Ada 2 Aksi Perampokan di Banyumas, Pelaku yang Sama?
Belum ada sebulan atau tepatnya dalam kurun waktu hanya sepekan pada Februari 2026, dua aksi perampokan terjadi di Kabupaten Banyumas.
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Belum ada sebulan atau dalam kurun waktu hanya sepekan pada Februari 2026, dua aksi perampokan terjadi di Kabupaten Banyumas.
Aksi perampokan ini terjadi di Desa Karangsari, Kecamatan Kebasen.
Sebelumnya, pada Senin (9/2/2026), perampokan terjadi Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.
Lokasi kedua aksi perampokan itu adalah rumah dan sama-sama dilakukan pada dini hari.
Baca juga: Logat Ngapak Jadi Petunjuk Awal Polisi Buru Perampok Lansia di Kebasen Banyumas
• Aria Bima Minta Pemprov Jateng Hitung Ulang Pajak Kendaraan: Bukan Solusi Jika Cuma Relaksasi
Seorang nenek bernama Parsiti (66), warga Desa Karangsari, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas menjadi korban penyekapan oleh kawanan pelaku pada Minggu (15/2/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi saat korban dan anggota keluarganya beristirahat di dalam rumah.
Pelaku diduga telah terlebih dahulu masuk sebelum menjalankan aksinya.
Kronologi Perampok Sekap Nenek di Banyumas
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus Silalahi menjelaskan, perampokan disertai penyekapan terjadi sekira pukul 00.50.
Pada awalnya, korban terbangun akibat suara mencurigakan dari ruang tamu.
Korban kemudian melihat dua pelaku sudah di dalam rumah.
Tak berselang lama, perampok menganiaya dan mengikat tangan korban menggunakan lakban.
"Serta mengancam menggunakan senjata tajam jenis celurit," kata Kombes Pol Petrus seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (16/2/2026).
Tidak hanya Parsiti, anak korban yang terbangun karena mendengar keributan juga menjadi sasaran pelaku.
Kedua pelaku kemudian mengikat dan menyekap penghuni rumah agar tidak melakukan perlawanan.
Setelah menguasai situasi, pelaku mulai menggeledah rumah dan mengambil barang-barang berharga milik korban.
Barang yang dicuri pelaku terdiri dari uang tunai Rp7.350.000, perhiasan emas, dan tiga kartu ATM lengkap dengan nomor PIN-nya.
Setelah korban mampu melepaskan diri, dia langsung meminta pertolongan kepada keluarga yang tinggal di bagian belakang rumah.
Laporan kemudian diteruskan kepada perangkat desa dan pihak kepolisian setempat.
Polisi Janji Buru Pelaku
Unit Reskrim bersama SPKT Polsek Kebasen langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, memeriksa saksi, serta berkoordinasi dengan Unit Inafis dan Tim Resmob.
Kombes Pol Petrus mengatakan, pihaknya masih melakukan intensifikasi pengumpulan keterangan dari pelapor dan saksi.
Dia menegaskan komitmennya untuk mengejar para pelaku.
Polresta Banyumas meningkatkan patroli pada jam rawan, terutama di kawasan permukiman, pertokoan, dan pusat aktivitas masyarakat.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengaktifkan satkamling sebagai langkah preventif dalam menjaga situasi kamtibmas di lingkungan tempat tinggal," kata Kombes Pol Petrus.
Kepolisian juga menggandeng pemerintah desa serta elemen masyarakat untuk memperkuat edukasi terkait keamanan lingkungan.
Baca juga: Taj Yasin Janji Tutup Tambang Pasir di Sumbang Banyumas
• Lagi Tidur, Kuli Bangunan Tewas Tertimpa Tembok Proyek Rumah di Salatiga
Perampokan di Sumbang
Sebelumnya, peristiwa perampokan juga sempat menggegerkan warga Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.
Perampokan bersenjata terjadi di lingkungan permukiman warga di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada Senin (9/2/2026) dini hari.
Mereka sempat membekap penghuni rumah saat pelaku menggasak barang-barang di sana.
Dari informasi awal, pelaku berjumlah empat orang. Mereka berbekal linggis, kapak, arit, hingga pisau.
Saat ini pihak kepolisian masih mendalami kasus yang dialami oleh Kodrat sekeluarga itu.
Tangis Nurgiyanti (39) pecah saat melihat sejumlah pria tak dikenal menindih anaknya di atas tempat tidur.
Satu pelaku menekan bagian kepala, sementara yang lain menahan kaki korban.
Bahkan wajah anaknya itu dibekap menggunakan bantal hingga keluar darah atau mimisan dari hidung.
Dalam kepanikan itu, Nurgiyanti hanya bisa memohon.
"Pak, sudah, stop. Kasihan anak saya, nanti mati," katanya kepada para pelaku.
Peristiwa perampokan itu terjadi di rumah keluarga tersebut di RT 02 RW 06 Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.
Peristiwa itu terjadi sekira pukul 02.00, Senin (9/2/2026).
Saat kejadian, seluruh penghuni rumah sedang terlelap.
Di dalam rumah itu terdapat satu keluarga yang terdiri dari Nurgiyanti (39), suaminya Kodrat (41), serta dua anak mereka, Luigi (14) dan Lutfi (8).
Nurgiyanti menuturkan, dia terbangun ketika ada dua pelaku tiba-tiba masuk ke kamarnya.
Para pelaku kemudian mengikatnya dan dibawa keluar kamar.
Setelah Nurgiyanti keluar kamar bersama anak keduanya, dia melihat suaminya sudah dalam posisi tengkurap di lantai dengan tangan terikat ke belakang serta kaki terikat.
Tak lama berselang, terdengar teriakan anak pertamanya di kamar yang berbeda.
Nurgiyanti berusaha menghampiri, namun melihat dua pelaku sudah menindih anaknya di atas tempat tidur.
Salah satu pelaku menekan kepala, sementara yang lain menahan kaki, bahkan wajah anak itu dibekap menggunakan bantal.
"Melihat kondisi itu, saya memohon kepada para pelaku agar berhenti."
"Pelaku kemudian meminta saya untuk diam dan tidak berteriak," ucapnya.
Dia pun menurut karena takut.
Nurgiyanti kemudian dibawa ke kamar bersama suaminya yang sudah dalam kondisi terikat.
Dia sempat membuka ikatan di tangannya, namun tetap berpura-pura masih terikat agar tidak menimbulkan kecurigaan pelaku.
Para pelaku mengambil harta benda uang hingga perhiasan.
Beberapa waktu kemudian, suasana rumah mendadak sunyi.
Setelah merasa para pelaku sudah pergi, Nurgiyanti membuka pintu kamar, lalu melepaskan ikatan tangan dan kaki suaminya.
Mereka kemudian keluar rumah, namun para pelaku sudah tidak terlihat.
Baca juga: Hujan Semalam Rendam 14 Desa di Grobogan, 4 KA Tujuan Surabaya Terdampak
• BREAKING NEWS, Jalur KA Karangjati-Gubug Grobogan Ditutup Sementara Imbas Banjir
Keterangan Polisi
Aksi perampokan yang menimpa keluarga di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, diduga dilakukan oleh empat pelaku.
Mereka masuk ke dalam rumah pada Senin (9/2/2026) dini hari dengan cara mencongkel jendela.
Kapolsek Sumbang, AKP Basuki mengatakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 02.00.
Saat itu, ibu korban mendengar suara gaduh disertai teriakan dari kamar anaknya.
"Pelaku masuk lewat jendela sebelah selatan rumah dengan cara mencongkel jendela."
"Setelah itu mereka menemui anak korban yang sedang tidur, menyekap dan memaksa anak menunjukkan barang-barang berharga," kata AKP Basuki, Senin (9/2/2026).
Tak hanya itu, pelaku lainnya juga masuk ke kamar orangtua korban.
Sang ayah, Kodrat, terlebih dahulu diikat, kemudian disusul istrinya.
Keduanya kemudian diintimidasi dan diminta menunjukkan tempat penyimpanan uang.
"Di dalam tas ada uang sekira Rp12.400.000. Itu terdiri dari uang kas warga dan uang dari tempat korban bekerja di koperasi di Purbalingga," ujarnya.
Selain uang tunai, para pelaku juga mengambil tiga telepon seluler milik anak dan orangtuanya.
Bahkan, sebuah set top box (STB) televisi ikut dibawa karena diduga dikira sebagai perangkat decoder CCTV.
Meski demikian, kamera CCTV yang terpasang di rumah korban masih utuh.
Rekaman tersebut kini sudah diamankan oleh Tim Inafis Polresta Banyumas untuk dianalisis.
"CCTV masih ada, tadi sudah diambil Tim Inafis untuk dipelajari. Dari rekaman itu juga sedang disisir, kemungkinan dari arah mana pelaku datang," jelasnya.
Hingga kini, polisi belum mengetahui secara pasti kendaraan yang digunakan para pelaku saat beraksi.
Dari keterangan korban, para pelaku menggunakan dua logat berbeda saat berbicara.
Dua orang terdengar menggunakan logat Jawa, sementara dua lainnya berbicara menggunakan bahasa Indonesia.
Dalam aksinya, para pelaku membawa senjata tajam seperti pisau dan sabit untuk mengancam korban.
Namun, tidak ada senjata api yang terlihat.
"Alhamdulillah tidak ada korban luka. Senjata itu hanya untuk menakut-nakuti," tutupnya. (*/Kompas.com/Permata Putra Sejati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260213_Kapolresta-Banyumas-Kombes-Pol-Petrus-Silalahi-soal-kekerasan-seksual_1.jpg)