Breaking News
Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

Taj Yasin Janji Tutup Tambang Pasir di Sumbang Banyumas

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin berjanji akan menutup tambang pasir di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
Istimewa/PEMPROV JATENG
TUTUP TAMBANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin saat Gubernur Menyapa di Rumah Rakyat, Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Banyumas pada Sabtu (14/2/2026). Menanggapi keluhan warga, Taj Yasin berjanji akan menutup pertambangan pasir di Sumbang Banyumas. 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin berjanji akan menutup tambang pasir di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.

Janji tersebut bahkan dilontarkan langsung di hadapan warga yang menghadiri program Gubernur Menyapa di Banyumas.

Dia menyebut akan menurunkan tim untuk mengevaluasi aktivitas pertambangan pasir di sana dan berkoordinasi dengan pihak perizinan.

Baca juga: Wagub Jateng Dekatkan Layanan Aduan ke Daerah, Rumah Rakyat Resmi Dibuka di Banyumas

Aria Bima Minta Pemprov Jateng Hitung Ulang Pajak Kendaraan: Bukan Solusi Jika Cuma Relaksasi

Penegasan itu terlebih disebut-sebut aktivitas penambangan pasir di Dusun Blembeng, Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, telah merusak lingkungan.

Hal ini disampaikan Taj Yasin menanggapi keluhan warga terkait bencana banjir lumpur yang berulang kali melanda wilayah tersebut dalam Gubernur Menyapa di Rumah Rakyat, Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Banyumas, pada Sabtu (14/2/2026).

"Segera kami tinjau dan tangani. Kalau memang terbukti mengganggu, akan kami hentikan sementara sembari berkoordinasi dengan pihak perizinan," ujar Taj Yasin.

Dia menegaskan bahwa Pemprov Jateng tidak akan mentoleransi aktivitas tambang yang mengancam keselamatan warga dan merusak ekosistem.

Menurut Taj Yasin, Pemprov Jateng telah mengambil langkah cepat dan tegas terhadap isu aktivitas penambangan di kawasan lereng Gunung Slamet.

Selain menghentikan sementara operasional tambang, Pemprov Jateng juga melakukan pengawasan dan penegakan aturan sesuai kewenangan.

"Saya setuju ditutup, kalau ada tambang-tambang yang memang membahayakan."

"Segera kami datangkan tim agar aktivitasnya paling tidak berhenti dulu" imbuhnya.

Curhat Warga Sumbang

Baca juga: Banyumas Culture Festival Digelar Perdana, Sadewo: Seni Budaya Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Daerah

Teror Penembakan Rumah Anggota DPRD Jateng di Pekalongan, Boim: Pelaku Gunakan Motor Matic

Sebagai informasi, dalam Gubernur Menyapa bertema Perempuan Berdaya Indonesia Berdaya itu, perwakilan dari Masyarakat Sumbang, Rasiwen mengungkapkan kegelisahannya karena wilayahnya sering terjadi banjir lumpur.

"Ikan-ikan di kolam pada mati semua karena keracunan lumpur pekat. Kami menduga ini akibat adanya penambahan aktivitas pasir di Dusun Blembeng, Gandatapa," ungkap Rasiwen.

Dia menuturkan bahwa posisi geografis Kecamatan Sumbang yang berada tepat di lereng gunung membuat warga sangat rentan terhadap bencana yang lebih besar.

Warga khawatir adanya aktivitas tambang di wilayah hulu akan menjadi bom waktu yang bisa memicu banjir bandang dan tanah longsor.

Oleh karena itu, dia memohon agar pemerintah mengambil langkah tegas dengan melakukan pencabutan izin tambang demi keselamatan warga.

"Permohonan kami satu, hendaknya izin untuk penambangan pasir yang berada di Dusun Blembeng segera dicabut demi ketenangan kami semua," tuturnya. (*)

Sumber Kompas.com

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved