Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Lagi, Perampokan Bersenjata di Sumbang Banyumas, Satroni Rumah Lansia saat Subuh

Aksi perampokan dengan kekerasan kembali terjadi di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Selasa (24/2/2026) dini hari.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/POLRESTA BANYUMAS
PERAMPOKAN - Polisi olah TKP perampokan rumah pasangan lansia di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Selasa (24/2/2026) dini hari. Pelaku memanfaatkan waktu salat subuh saat kondisi kampung masih sepi. 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Aksi perampokan dengan kekerasan kembali terjadi di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Selasa (24/2/2026) dini hari.

Perampokan terjadi di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas

Dua pria tak dikenal masuk ke rumah seorang lansia saat suami korban sedang pergi ke musala untuk menunaikan salat subuh.

Baca juga: 2 Perampokan di Banyumas dalam Sepekan, Kapolresta: Pelaku Sudah Teridentifikasi

Bupati Sadewo: Enakan Rp3 Juta Tinggal di Purwokerto Dibanding Rp5 Juta di Jakarta

Korban diketahui bernama Lasminah (66), warga Desa Limpakuwus RT 05 RW 04, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.

Peristiwa diperkirakan terjadi sekira pukul 04.30.

Saat kejadian, korban sedang berada di dalam rumah karena sakit.

Sementara suaminya, Danim (70) pergi ke musala untuk melaksanakan salat subuh berjamaah dan mengunci pintu depan rumah sebelum berangkat.

Kapolsek Sumbang, AKP Basuki mengatakan, dalam keterangannya beberapa menit setelah suami korban pergi, Lasminah yang sedang beristirahat di kamar mendengar suara ketukan di pintu.

Korban sempat mengira suaminya pulang lebih awal.

Namun saat ditanya, tidak ada jawaban dari luar.

Karena curiga, korban kemudian keluar dari kamar dengan maksud mengunci pintu dapur.

Namun saat menuju dapur, korban justru mendapati dua pria tidak dikenal sudah berada di dalam rumah, tepatnya di area dapur dan ruang tengah.

"Salah satu pelaku kemudian menyuruh korban kembali masuk ke kamar."

"Pelaku bahkan melempar kursi roda milik korban ke arah dapur sambil mengatakan dalam bahasa Jawa, "aja ngorong-ngorong nang kene ora krungu wong ora," yang kurang lebih bermakna agar korban tidak berteriak karena tidak ada orang yang mendengar," katanya. 

Korban kemudian duduk di kasur di dalam kamar sambil diawasi oleh salah satu pelaku.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved