Berita Banyumas
Selangor Kepincut Model Banyumas, Pengelolaan Sampah Berbasis Warga Jadi Sorotan Internasional
Model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dikembangkan di Kabupaten Banyumas kembali menarik perhatian internasional.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dikembangkan di Kabupaten Banyumas kembali menarik perhatian internasional.
Kali ini, Kerajaan Selangor, Malaysia, datang langsung mempelajari sistem yang dinilai berhasil menekan biaya sekaligus menghasilkan nilai ekonomi.
Pengarah Urusan KDEB Waste Management (KDEBWM) Kerajaan Selangor, Malaysia, Datuk Ramli Mohd Tahir bersama rombongan melakukan kunjungan dan audiensi dengan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono di Ruang Joko Kaiman, Purwokerto, Rabu, (15/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan mempelajari ekosistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang telah diterapkan di Banyumas sebagai referensi pengembangan sistem serupa di Selangor.
Usai audiensi, Ramli menilai pendekatan Banyumas merupakan praktik baik yang mengedepankan keberlanjutan serta keterlibatan masyarakat hingga tingkat desa.
"Saya rasa ini satu usaha yang amat baik bagi memastikan kelestarian pengurusan sampah, termasuk di kampung-kampung, dapat ditingkatkan," katanya kepada Tribunbanyumas.com.
Ia mengaku tertarik dengan sistem yang memanfaatkan teknologi mesin dan diterapkan secara terdesentralisasi, sehingga pengelolaan sampah dapat dilakukan lebih dekat dengan sumbernya.
Baca juga: Ini Ciri-ciri Pria Misterius Pamerkan Alat Kelamin di Perbatasan Jepara Demak, Plat Motor K-3909-BZ
Menurut Ramli, pendekatan tersebut dapat menjadi solusi alternatif bagi Selangor yang menghadapi tantangan besar akibat tingginya jumlah penduduk.
Ia menyebutkan, Selangor memiliki sekitar 7,5 juta penduduk dengan lebih dari 2,5 juta rumah tangga, yang berdampak pada terus meningkatnya volume sampah setiap tahun.
"Kondisi ini menjadi cabaran (tantangan) besar bagi kerajaan untuk memastikan sampah dapat diuruskan dengan baik tanpa membebankan biaya kepada rakyat," katanya.
Saat ini, pengangkutan sampah di Selangor didukung sekitar 1.300 unit truk.
Namun, tingginya biaya operasional menjadi persoalan yang harus diatasi.
Karena itu, pihaknya mulai melirik pendekatan berbasis komunitas seperti di Banyumas yang dinilai mampu memberi nilai tambah dari pengolahan sampah.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarwilayah dalam meningkatkan sistem pengelolaan sampah.
"Kita tidak boleh berada dalam zon selesa (Kita tidak bisa terus berada di zona nyaman).
| Berikut Sejumlah Proyek Jumbo Banyumas yang Ditawarkan ke Rusia, Kejar Target Ekspor Rp1,6 Triliun |
|
|---|
| Huruf O Landmark Alun-alun Purwokerto Hilang, Begini Penjelasan DLH |
|
|---|
| Kisah Mistis Toko Bunga Semerbak Purwokerto: Saat Jenazah Pesan Sendiri Hiasan untuk Petinya |
|
|---|
| Sembunyi 10 Hari, Jambret yang Beraksi di Jalan Achmad Zein Banyumas Akhirnya Ditangkap |
|
|---|
| Purwokerto Diterjang Banjir Bandang, Anak Kos Panik Terjebak di Kamar, Pintu Tak Bisa Dibuka! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260415_Sadewo-Tri-Lastiono.jpg)