Berita Banyumas
Harga BBM Naik Buat Warga Purwokerto Resah, Pengeluaran Harian Terancam Membengkak
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai memicu keresahan di kalangan warga di Purwokerto.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai memicu keresahan di kalangan warga di Purwokerto.
Lonjakan harga yang cukup signifikan membuat masyarakat khawatir terhadap dampaknya pada pengeluaran harian dan daya beli.
Pertamax Turbo (RON 98) tercatat naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter.
Baca juga: Cara Warga Cilacap Menyiasati Harga Dexlite Tembus Rp 23 Ribu, Bisa Lebih Hemat BBM
Sementara Pertamina Dex melonjak dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter atau naik sebesar Rp9.400.
Kondisi ini langsung dirasakan warga, terutama mereka yang bergantung pada kendaraan untuk aktivitas sehari-hari, seperti pedagang kaki lima hingga mahasiswa.
Seorang pedagang kaki lima (PKL) di Purwokerto justru mengaku tidak terlalu terkejut dengan kenaikan tersebut karena sudah ramai diperbincangkan sebelumnya.
"Sudah dari beberapa waktu lalu kan memang ramai mau naik, jadi tidak kaget. Tapi mau bagaimana lagi, sekarang apa apa serba naik, takutnya jelas ke daya beli," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, kenaikan BBM akan berimbas langsung pada kebutuhan sehari-hari, mengingat aktivitas sangat bergantung pada kendaraan.
"Saya jualan pakai motor, kemana-mana pakai kendaraan dan butuh bensin," jelasnya.
Ia menyebut dalam sehari dirinya menghabiskan sekitar Rp25 ribu hingga untuk BBM, yang digunakan untuk berkeliling.
Pendapat serupa juga disampaikan Tegar (21) seorang mahasiswa semester akhir yang mengaku mulai merasakan perubahan kondisi terutama antrean di SPBU.
"Tapi tadi saya isi Pertamax, antreannya sekarang lebih panjang dibanding biasanya," katanya.
Ia mengaku dalam sehari menghabiskan sekitar Rp20 ribu untuk BBM karena mobilitasnya yang tinggi, termasuk perjalanan rutin dari rumah ke kampus.
Ia menambahkan, antrean kendaraan untuk BBM non-subsidi kini mulai menyerupai antrean Pertalite di beberapa SPBU.
Berdasarkan pantauan Tribunbanyumas.com di sejumlah SPBU di Purwokerto, Senin (20/4/2026), kondisi memang terpantau ramai.
| Menko Pangan Tekankan SPPG Bukan Sekadar Bisnis Tapi Misi Gizi Bangsa: Untung Seribu Masih Untung |
|
|---|
| Menko Pangan: Rice Milling Modern Siap Dibangun di Banyumas, Dorong Ketahanan Pangan Nasional |
|
|---|
| Diam Seribu Bahasa, Direktur RSUD Banyumas Bungkam Usai Temuan BPK Rp12,7 Miliar |
|
|---|
| Cerita Guru TPQ di Purwokerto Dapat Bantuan RTLH: Kayu Sudah Keropos |
|
|---|
| Jadi Pilot Project Nasional, Banyumas Percepat Digitalisasi Bansos Berbasis IKD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260420_KENAIKAN-HARGA-BBM.jpg)