Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Harga BBM Naik Buat Warga Purwokerto Resah, Pengeluaran Harian Terancam Membengkak

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai memicu keresahan di kalangan warga di Purwokerto.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
KENAIKAN HARGA BBM - Situasi antrean mengisi BBM di SPBU Watumas, Purwokerto, Senin (20/4/2026). Kenaikan harga BBM nonsubsidi belakangan ramai diperbincangkan. (Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati) 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai memicu keresahan di kalangan warga di Purwokerto.

Lonjakan harga yang cukup signifikan membuat masyarakat khawatir terhadap dampaknya pada pengeluaran harian dan daya beli.

Pertamax Turbo (RON 98) tercatat naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter. 

Baca juga: Cara Warga Cilacap Menyiasati Harga Dexlite Tembus Rp 23 Ribu, Bisa Lebih Hemat BBM

Sementara Pertamina Dex melonjak dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter atau naik sebesar Rp9.400.

Kondisi ini langsung dirasakan warga, terutama mereka yang bergantung pada kendaraan untuk aktivitas sehari-hari, seperti pedagang kaki lima hingga mahasiswa.

Seorang pedagang kaki lima (PKL) di Purwokerto justru mengaku tidak terlalu terkejut dengan kenaikan tersebut karena sudah ramai diperbincangkan sebelumnya.

"Sudah dari beberapa waktu lalu kan memang ramai mau naik, jadi tidak kaget. Tapi mau bagaimana lagi, sekarang apa apa serba naik, takutnya jelas ke daya beli," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (20/4/2026). 

Menurutnya, kenaikan BBM akan berimbas langsung pada kebutuhan sehari-hari, mengingat aktivitas sangat bergantung pada kendaraan.

"Saya jualan pakai motor, kemana-mana pakai kendaraan dan butuh bensin," jelasnya. 

Ia menyebut dalam sehari dirinya menghabiskan sekitar Rp25 ribu hingga untuk BBM, yang digunakan untuk berkeliling.

Pendapat serupa juga disampaikan Tegar (21) seorang mahasiswa semester akhir yang mengaku mulai merasakan perubahan kondisi terutama antrean di SPBU.

"Tapi tadi saya isi Pertamax, antreannya sekarang lebih panjang dibanding biasanya," katanya.

Ia mengaku dalam sehari menghabiskan sekitar Rp20 ribu untuk BBM karena mobilitasnya yang tinggi, termasuk perjalanan rutin dari rumah ke kampus.

Ia menambahkan, antrean kendaraan untuk BBM non-subsidi kini mulai menyerupai antrean Pertalite di beberapa SPBU.

Berdasarkan pantauan Tribunbanyumas.com di sejumlah SPBU di Purwokerto, Senin (20/4/2026), kondisi memang terpantau ramai. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved