Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Rumput Alun-alun Purwokerto Dibuka Lagi Setelah 7 Tahun, Warga Bisa Duduk Santai, Tapi Ada Syaratnya

Setelah sekitar tujuh tahun tertutup dari aktivitas warga, area rumput Alun-alun Purwokerto akhirnya kembali bisa diinjak

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
ALUN-ALUN DIBUKA - Sejumlah masyarakat tengah menikmati suasana malam dengan duduk santai di Alun-alun Purwokerto, Minggu (19/4/2026) petang. Setelah sekitar tujuh tahun tertutup dari aktivitas warga, area rumput Alun-alun Purwokerto akhirnya kembali bisa diinjak dan dimanfaatkan pengunjung untuk bersantai.  

Rumput Alun-alun Purwokerto 'Dibuka Lagi' Setelah 7 Tahun, Warga Kini Bisa Duduk Santai Tapi Ada Aturannya

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Setelah sekitar tujuh tahun tertutup dari aktivitas warga, area rumput Alun-alun Purwokerto akhirnya kembali bisa diinjak dan dimanfaatkan pengunjung untuk bersantai. 

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini merindukan ruang santai terbuka di pusat kota.

Sejak Sabtu (18/4/2026), masyarakat kini diperbolehkan duduk dan bersantai di atas hamparan rumput Alun-alun Purwokerto

Namun, kebebasan ini tidak datang tanpa syarat. 

Baca juga: Resmi Berubah, Daftar Harga Bahan Bakar Minyak BBM Terbaru Senin 20 April 2026, Naik Mulai Rp 5.600

Pemerintah Kabupaten Banyumas menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan keasrian area tersebut.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyampaikan kebijakan ini diambil sebagai bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat yang menginginkan fungsi alun-alun dikembalikan sebagai ruang publik yang nyaman.

"Ini juga karena aspirasi masyarakat, mulai Sabtu kemarin area rumput Alun-alun sudah bisa diakses," kata Sadewo.

Menurutnya, selama ini keterbatasan area berlantai keramik kerap membuat pengunjung kesulitan mencari tempat duduk. 

Dengan dibukanya area rumput, masyarakat memiliki ruang lebih luas bersantai, rekreasi, hingga sekadar nongkrong menikmati suasana kota.

"Ketika datang ke alun-alun, mereka ingin bersantai, rekreasi, dan nongkrong. 

Jadi mengembalikan makna alun-alun sebagai ruang publik bagi masyarakat," ujarnya.

Meski demikian, Sadewo mengingatkan kebijakan ini harus diimbangi dengan kesadaran bersama.

"Tapi, ada tapinya, harus mau bersama-sama menjaga keasrian dan kebersihan. 

Baik pengunjung maupun para pedagang," ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved