Berita Banyumas
Banyumas Kebut Penanganan RTLH, Sadewo Target Seribu Rumah Tahun Ini
Pemkab Banyumas menargetkan pembangunan dan perbaikan lebih dari 1.000 RTLH melalui skema kolaborasi lintas sumber pendanaan.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Upaya mempercepat pengentasan kemiskinan di Banyumas kembali digenjot.
Pada 2026, pemerintah daerah menargetkan pembangunan dan perbaikan lebih dari 1.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui skema kolaborasi lintas sumber pendanaan.
Di tengah capaian peningkatan rumah layak huni yang sudah menyentuh angka 85,44 persen, Kabupaten Banyumas masih menghadapi pekerjaan rumah besar.
Sekira 69.883 RTLH yang membutuhkan penanganan.
Kondisi ini mendorong pemerintah daerah mempercepat program perbaikan RTLH melalui kolaborasi lintas sektor pada 2026.
Baca juga: Handover Trans Banyumas ke APBD, Pemda Ditantang Jaga Layanan Tanpa Bebani Rakyat
• Sopir Masih Trauma, Ayah Tewas usai Truk Menabrak Pohon di Wonogiri
Pemkab Banyumas secara resmi meluncurkan program penanganan RTLH tahun anggaran 2026 yang dibuka langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono di Desa Besuki, Kecamatan Lumbir, Selasa (21/4/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sekaligus mendukung program nasional pembangunan 3 juta rumah.
Kepala Dinperkim Kabupaten Banyumas, Sakty Suprabowo menjelaskan, Pemkab Banyumas mengalokasikan anggaran dari APBD sebesar Rp5.580.000.000,00 untuk 279 rumah pada tahun ini.
"Selain itu ada dari APBN sebanyak 821 unit, APBD Provinsi 549 unit, Yayasan Budha Tzu Chi 231 unit, Baznas Banyumas 140 unit, dan CSR dari sejumlah stakeholder yang masih kami update informasinya," terangnya.
Dia menambahkan, program ini merupakan bagian dari tahap I tahun anggaran 2026 yang selaras dengan program prioritas daerah.
"Ini merupakan tahap I tahun anggaran 2026 yang tentunya sejalan dengan program Trilas Bupati dan Wakil Bupati dalam pengentasan kemiskinan khususnya penanganan RTLH," ujarnya.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menegaskan, persoalan kemiskinan masih menjadi tantangan mendasar di wilayahnya.
Berdasarkan data 2025, tingkat kemiskinan di Banyumas mencapai 11,15 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Jawa Tengah sebesar 9,39 persen.
"Dalam upaya menurunkan angka kemiskinan tersebut, Pemkab Banyumas telah mencanangkan program prioritas Trilas, khususnya berfokus dalam percepatan pengentasan kemiskinan."
"Dan Alhamdulillah, berkat kerja sama seluruh pihak, hingga 2025, Pemkab Banyumas telah meningkatkan kualitas RTLH sebanyak 28.885 rumah," tuturnya.
| Handover Trans Banyumas ke APBD, Pemda Ditantang Jaga Layanan Tanpa Bebani Rakyat |
|
|---|
| Pakar Hukum Pidana Unsoed Soroti Kasus Kekerasan Mahasiswa di Purwokerto |
|
|---|
| Kartini Banyumas, Nurani Lukita Buktikan Ibu Rumah Tangga Berprestasi di Binaraga |
|
|---|
| KA Sangkuriang Bandung - Banyuwangi Siap Layani Penumpang Mulai 1 Mei 2026 |
|
|---|
| RSUD Banyumas Terlibat Sejumlah Kasus, Komisi 4 DPRD Minta Dapat Perhatian Khusus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260421-_-Launching-RTLH-Banyumas.jpg)