Kabupaten Banyumas
Banyumas Akan Jadi Kawasan Pangan Terintegrasi
Langkah "jemput bola" dilakukan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono demi membawa investasi sektor pangan ke daerahnya.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Langkah "jemput bola" dilakukan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono demi membawa investasi sektor pangan ke daerahnya.
Banyumas kini disiapkan menjadi kawasan pangan terintegrasi yang diyakini mampu mendongkrak kesejahteraan petani.
Sadewo mengungkapkan, inisiasi kerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara berawal dari komunikasi intensif yang ia bangun secara langsung dengan pihak terkait.
Ia menyebut, langkah tersebut dilakukan bersama Wakil Ketua DPRD Banyumas, Airlangga Adi Nugraha atau Mas Erik.
Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut Mobil Muatan Oksigen Tabrak Dua Motor di Patikraja Banyumas, 1 Tewas
Baca juga: Obat Jangan Sampai Kosong, Wabup Banyumas Ingatkan Risiko Fatal Jika RKO Tak Disusun Tepat
"Pada bulan puasa, saya bersama Mas Erik datang ke Danantara, kemudian berdiskusi dengan Pak Joao, Direktur Utama Agrinas.
Agrinas memang memiliki keunggulan di bidang ketahanan pangan. Sementara Banyumas memiliki potensi yang besar.
Karena itu, saya meminta agar Banyumas dapat diprioritaskan," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com usai audiensi dengan Pemkan Banyumas di Ruang Joko Kaiman, Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kamis (23/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pihak Agrinas merespons positif dengan berkomitmen segera menindaklanjuti melalui pengiriman tim ke Banyumas.
Upaya tersebut diperkuat dengan langkah konkret Pemkab Banyumas yang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Perum Bulog.
MoU tersebut, lanjut Sadewo, berkaitan dengan pembangunan Rice Milling Unit (RMU) dan berpotensi dikolaborasikan dengan program Agrinas.
"Tadi saya juga sudah berbicara, karena saya baru menandatangani MoU dengan Bulog, terkait pembangunan Rice Milling Unit (RMU).
Kemungkinan akan ada koordinasi antara MoU tersebut dengan Agrinas, sehingga menjadi satu kawasan yang benar-benar terintegrasi," jelasnya.
Menurutnya, pembangunan RMU hanya membutuhkan lahan sekitar 3 hingga 4 hektare.
Namun, apabila dikembangkan menjadi kawasan terpadu, diperlukan lahan yang lebih luas, termasuk peluang pemanfaatan lahan milik TNI.
"Kalau hanya RMU saja mungkin butuh 3 - 4 hektare.
| Petani Blora Tewas Tertabrak KA Ambarawa Ekspres Sepulang Nyemprot Hama Padi di Sawah |
|
|---|
| Kawal Kualitas Regulasi Daerah, Kanwil Kemenkum Jateng Harmonisasikan Tiga Ranperbup Grobogan |
|
|---|
| Kena Sanksi FIFA, PSIS Semarang Terancam Tak Bisa Daftarkan Pemain Baru |
|
|---|
| Bukti Baru Janggalnya Kematian Wanita Lansia Boyolali usai Makan Sate, Tewas Diracun? |
|
|---|
| Mulai 1 Juni, PDAM Tirta Moedal Semarang Menaikkan Tarif untuk Golongan Niaga dan Industri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260426_SENTRA-PRODUKSI-PANGAN-Suasana-audiensi-PT-Agrinas.jpg)