Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sultan Nusantara di Banyumas

Fakta Terbaru Kasus Sultan Nusantara Banyumas, Klarifikasi Soal Pengobatan dan Uang Terungkap

Nama Wiemppie alias Sultan Nusantara menjadi perhatian publik setelah dilaporkan dalam kasus dugaan penipuan

Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
SULTAN NUSANTARA - Sejumlah korban Sultan Nusantara saat berkumpul di depan Klinik Hukum Peradi SAI Banyumas, Selasa (28/4/2026). Di tengah sorotan dugaan penipuan berkedok agama yang menyeret namanya, Wiemppie alias Sultan Nusantara akhirnya angkat bicara. 

Ringkasan Berita:
  • Wiemppie alias Sultan Nusantara memilih menyerahkan kasus dugaan penipuan kepada proses hukum dan mengaku siap kooperatif.
  • Ia membantah tudingan ajaran menyimpang serta menyebut praktiknya hanya berupa anjuran dalam terapi bekam.
  • Polisi telah menerima laporan warga dan kini tengah melakukan penyelidikan atas dugaan penipuan tersebut.

 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Nama Wiemppie alias Sultan Nusantara menjadi perhatian publik setelah dilaporkan dalam kasus dugaan penipuan berkedok agama di Kabupaten Banyumas.

Di tengah polemik yang berkembang, ia akhirnya memberikan tanggapan dan memilih menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

Alih-alih memberikan bantahan panjang, Wiemppie menegaskan sikapnya untuk kooperatif dan mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan.

"Tanggapan saya secara pribadi, karena itu sudah dilaporkan, saya menerima saja.

Apa yang harus saya lakukan? tidak ada.

Terserah mau bicara apa di pelaporan, saya tinggal menunggu saja," katanya Senin (27/4/2026) malam.

Ia memastikan tidak akan menghindar dari proses hukum yang sedang berlangsung.

"Biarkan saja proses berjalan, saya tidak ke mana-mana, masih ada di sini," tegas dia.

Baca juga: Pusat Perbelanjaan di Purwokerto Diduga Diskriminasi kepada Pengguna Hijab, Ini yang Dilakukan MUI

 

Klarifikasi Soal Ajaran dan Praktik Bekam

Menanggapi tudingan adanya ajaran menyimpang, termasuk larangan mengonsumsi ikan patin dan obat kimia, Wiemppie memberikan penjelasan.

Ia menyebut hal tersebut bukan larangan mutlak, melainkan sebatas anjuran dalam praktik terapi bekam yang dijalankannya.

"Saya tidak melarang, tapi saya menganjurkan.

Bekam itu sunnah Rasul mengeluarkan darah yang menganding toxic.

Kalau ada orang datang minta tolong ke saya, di situ dia bertanya apa yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan, saya sampaikan pastinya yang haram, bukan hanya makanannya tapi juga cara mendapatkannya," jelas dia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved