Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Baltazar Menari atas Panggilan Hati di Banyumas Ngibing 24 Jam

Hampir seribu penari dari berbagai daerah hingga mancanegara ambil bagian dalam gelaran Banyumas Ngibing 24 Jam.

Tayang:
Penulis: Achiar M Permana | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Minggu 03 Mei 2026 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Hampir seribu penari dari berbagai daerah hingga mancanegara ambil bagian dalam gelaran Banyumas Ngibing 24 Jam, Sabtu-Minggu (2-3/5/2026).

Kegiatan ini melibatkan sedikitnya 90 komunitas tari dengan lebih dari 150 sajian pertunjukan yang berlangsung maraton selama sehari penuh.

Baltazar Oka (30) sedang menari di halaman belakang Taman Sari, Pendapa Kecamatan Banyumas, Sabtu (2/5/2026).

Guru seni budaya asal Tangerang, Provinsi Banten itu merupakan satu dari dua penari yang mengikuti tantangan menari selama 24 jam di Banyumas.

Satu penari lainnya, Cici dari Sumenep, Madura.

Bukan sekadar pertunjukan seni, bagi Baltazar menari selama 24 jam tanpa henti adalah perjalanan batin mengenal diri dan mensyukuri tubuh yang dimilikinya.

Dia mengaku, keikutsertaannya bukan semata-mata karena agenda seni, melainkan panggilan hati setelah sempat vakum dari kegiatan serupa. 

"Ini sebenarnya panggilan hati.  Saya ingin kembali mengolah tubuh, mengenal lebih jauh, dan menikmati serta mensyukuri apa yang Tuhan berikan,” kata Baltazar, Sabtu. 

“Karena tubuh adalah aset utama kita," sambungnya.

Baltazar mengungkapkan, pernah mengikuti kegiatan serupa di Solo, pada 2023.

Namun setelah itu, ia sempat tidak aktif mengikuti peringatan Hari Tari karena kesibukan.

Keikutsertaannya di Banyumas menjadi pengalaman kedua menjalani tantangan menari selama 24 jam.

Dia juga menyebut kehadirannya di Banyumas sekaligus menepati janji kepada seniman tari Banyumas, Riyanto, yang sebelumnya telah mengajaknya datang.

Dalam menghadapi tantangan fisik dan mental selama 24 jam, Baltazar menekankan pentingnya persiapan yang matang, terutama terkait stamina dan kesehatan.

"Yang paling utama itu stamina dan kesehatan. Selain itu, menjaga fokus juga penting karena selama 24 jam ini mengatur mood itu luar biasa sulit. Jadi harus benar-benar fokus," jelasnya.

Meski tidak memiliki ritual khusus sebelum tampil, Baltazar menempatkan restu orang tua sebagai hal yang paling utama.

Meski kali ini orang tuanya tidak dapat hadir, ia tetap membawa doa dan dukungan sebagai kekuatan selama tampil.

"Mereka sebenarnya ingin ikut, tapi tidak bisa karena ada kegiatan lain, tapi doa dan dukungan tetap saya dapatkan," tuturnya.

Selama pertunjukan berlangsung, Baltazar tidak sepenuhnya sendiri.

Dia didampingi oleh tim dan beberapa kru yang turut membantu dan memastikan kebutuhannya terpenuhi.

"Mereka selalu mengawasi, mendampingi, bahkan sekadar ngobrol untuk support. Jadi benar-benar dijaga selama 24 jam," katanya.

Antusiasme tinggi

Penggagas acara, Riyanto, mengatakan besarnya jumlah peserta menunjukkan tingginya antusiasme terhadap ajang seni tari yang digelar di Banyumas tersebut.

"Penarinya hampir 1000 orang dari berbagai sanggar.  Tidak hanya dari Banyumas, tetapi juga dari Surabaya, Jakarta, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Solo, hingga Tangerang," ujar Riyanto, Sabtu (2/5/2026). 

Tak hanya dari dalam negeri, sejumlah peserta dari luar negeri seperti Jepang, Kazakhstan, Belanda, hingga Jerman juga turut berpartisipasi.  

Bahkan, mereka datang secara mandiri untuk meramaikan acara.

Salah satu daya tarik utama acara ini adalah tantangan menari nonstop selama 24 jam.

Dua penari terpilih yang mengikuti tantangan tersebut adalah Cici dari Sumenep, Madura, serta Baltazar Oka dari Tangerang.

Cici sebelumnya telah menyelesaikan tantangan menari 24 jam dan kini kembali melanjutkan hingga menuju 48 jam menari.

Sementara Baltazar juga pernah mengikuti tantangan serupa di Solo.

Awalnya, panitia menyeleksi tiga penari, termasuk peserta dari Amerika.  

Namun, peserta tersebut batal hadir karena kondisi kesehatan yang menurun usai mengikuti kegiatan serupa sebelumnya.

"Tantangan menari ini berlangsung dari 2 Mei pukul 06.00 hingga 3 Mei pukul 06.00," kata Riyanto.

Selama periode tersebut, para penari tidak diperkenankan berhenti.

Mereka tetap menari dalam berbagai aktivitas, termasuk saat makan maupun beristirahat.

"Tidak ada istirahat. Semua aktivitas tetap dilakukan sambil menari karena sudah diikrarkan sejak awal," ujarnya. (Permata Putra Sejati) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved