Berita Banyumas
Pasar Wage Purwokerto Bakal Hidup 24 Jam, Muncul Konsep 'Kya-Kya' Ala Pecinan
Pemerintah Kabupaten Banyumas mulai menyiapkan penataan besar-besaran kawasan Pasar Wage, Purwokerto dengan konsep pasar hidup 24 jam.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten Banyumas mulai menyiapkan penataan besar-besaran kawasan Pasar Wage, Purwokerto dengan konsep pasar hidup 24 jam.
Pasar Wage nantinya akan dipadukan menjadi kawasan kuliner malam bergaya Pecinan.
Bahkan rancangan itu sudah sempat muncul 9 tahun yang lalu dengan konsep kawasan "Kya-Kya".
Wacana tersebut kembali mencuat setelah adanya rencana revitalisasi Pasar Wage yang disebut akan didukung anggaran dari pemerintah daerah, bantuan provinsi hingga Kementerian Perdagangan.
Penasehat Paguyuban Pedagang Pasar Wage (P3W), Heri Gudeg, mengatakan konsep pasar 24 jam sebenarnya bukan hal baru di kawasan Pasar Wage.
Menurutnya, aktivitas perdagangan di pasar tersebut sejak dulu memang nyaris berlangsung tanpa henti.
"Dari dulu Pasar Wage memang ikonnya Banyumas.
Pak Bupati ingin menghidupkan pasar 24 jam.
Sebenarnya aktivitas Pasar Wage memang sudah 24 jam, hanya sekarang lebih dispesifikkan lagi kalau malam untuk kuliner," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (21/5/2026).
Baca juga: Geger Mempelai Wanita Umur 19 Tahun di Pati Kabur dari Rumah Jelang Akad Nikah dengan Pria 33 Tahun
Konsep yang kini disiapkan yakni menghadirkan kawasan kuliner malam di sepanjang Jalan Vihara, khususnya sisi barat depan klenteng hingga area sekitarnya.
Kawasan itu nantinya dirancang menyerupai pusat kuliner Pecinan lengkap dengan ornamen lampion seperti di sejumlah kota besar.
"Pak Bupati menginginkan kawasan Jalan Vihara, terutama yang sebelah barat depan klenteng sampai sana dijadikan kawasan kuliner.
Dibikin seperti Pecinan," katanya.
Heri mengungkapkan, ide tersebut sebenarnya sudah pernah dibahas sekitar sembilan tahun lalu lewat konsep "Kya-Kya" namun kala itu belum terealisasi di Banyumas.
Kata "Kya-kya" berasal dari bahasa Tionghoa (dialek Hokkian) yang berarti "jalan-jalan".
Tribunjateng.com
Penataan Pasar Wage
pasar wage
Pasar Wage Purwokerto
Banyumas
Purwokerto
Muh Radlis
Permata Putra Sejati
| Waduh Makam Leluhur Presiden Prabowo di Banyumas Terancam Tenggelam, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Bupati Banyumas Terima Aset Rampasan KPK Rp3 Miliar, Akan Diubah Jadi Sarana Pelayanan Publik |
|
|---|
| Komplotan Pencuri Aset Tower Seluler di Banyumas Diringkus, Beraksi di Puluhan TKP Lintas Kabupaten |
|
|---|
| Curhat Perajin Tempe Banyumas, Memang Tak Pakai Dolar Tapi Kedelai Impor Jadi Semakin Mahal |
|
|---|
| Wabup Lintarti Sidak Pasar Hewan Ajibarang Banyumas: Stok Kurban Aman dan Sehat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260521_pasar-wage.jpg)