Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Pasar Wage Purwokerto Bakal Hidup 24 Jam, Muncul Konsep 'Kya-Kya' Ala Pecinan

Pemerintah Kabupaten Banyumas mulai menyiapkan penataan besar-besaran kawasan Pasar Wage, Purwokerto dengan konsep pasar hidup 24 jam. 

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
PENATAAN PASAR WAGE - Jalan Vihara yang telah bersih dari pedagang dan nantinya akan ditata menjadi kawasan kuliner malam seperti pecinan, Kamis (21/5/2026). Sadewo juga memiliki gagasan menjadikan kawasan Pasar Wage sebagai pusat kuliner malam bernuansa khas kawasan pecinan, namun tetap menyajikan makanan khas Indonesia. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten Banyumas mulai menyiapkan penataan besar-besaran kawasan Pasar Wage, Purwokerto dengan konsep pasar hidup 24 jam. 


Pasar Wage nantinya akan dipadukan menjadi kawasan kuliner malam bergaya Pecinan.


Bahkan rancangan itu sudah sempat muncul 9 tahun yang lalu dengan konsep kawasan "Kya-Kya". 


Wacana tersebut kembali mencuat setelah adanya rencana revitalisasi Pasar Wage yang disebut akan didukung anggaran dari pemerintah daerah, bantuan provinsi hingga Kementerian Perdagangan.


Penasehat Paguyuban Pedagang Pasar Wage (P3W), Heri Gudeg, mengatakan konsep pasar 24 jam sebenarnya bukan hal baru di kawasan Pasar Wage.


Menurutnya, aktivitas perdagangan di pasar tersebut sejak dulu memang nyaris berlangsung tanpa henti.


"Dari dulu Pasar Wage memang ikonnya Banyumas


Pak Bupati ingin menghidupkan pasar 24 jam. 


Sebenarnya aktivitas Pasar Wage memang sudah 24 jam, hanya sekarang lebih dispesifikkan lagi kalau malam untuk kuliner," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (21/5/2026). 

Baca juga: Geger Mempelai Wanita Umur 19 Tahun di Pati Kabur dari Rumah Jelang Akad Nikah dengan Pria 33 Tahun


Konsep yang kini disiapkan yakni menghadirkan kawasan kuliner malam di sepanjang Jalan Vihara, khususnya sisi barat depan klenteng hingga area sekitarnya.


Kawasan itu nantinya dirancang menyerupai pusat kuliner Pecinan lengkap dengan ornamen lampion seperti di sejumlah kota besar.


"Pak Bupati menginginkan kawasan Jalan Vihara, terutama yang sebelah barat depan klenteng sampai sana dijadikan kawasan kuliner. 


Dibikin seperti Pecinan," katanya.


Heri mengungkapkan, ide tersebut sebenarnya sudah pernah dibahas sekitar sembilan tahun lalu lewat konsep "Kya-Kya" namun kala itu belum terealisasi di Banyumas.


Kata "Kya-kya" berasal dari bahasa Tionghoa (dialek Hokkian) yang berarti "jalan-jalan".

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved