Berita Banyumas
"Hidup Saya di Jalan", Curhat Ojol Purwokerto Setelah Harga Pertamax Naik Tajam
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dikeluhkan warga di Purwokerto
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
"Hidup Saya di Jalan", Curhat Ojol Purwokerto Setelah Harga Pertamax Naik Tajam
TRIBUNTRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dikeluhkan warga di Purwokerto.
Lonjakan harga yang cukup signifikan membuat masyarakat khawatir terhadap dampaknya pada pengeluaran harian dan daya beli.
Salah seorang pengendara sepeda motor yang juga bekerja sebagai ojek online, Alvin (35) mengaku kenaikan harga BBM semakin menambah beban hidupnya.
Menurutnya kebutuhan BBM menjadi salah satu pengeluaran terbesar karena hampir seluruh aktivitasnya dilakukan di jalan.
Baca juga: Resmi Berubah, Daftar Harga Bahan Bakar Minyak BBM Terbaru Rabu 10 Juni 2026, Naik Rp 4.100
"Bikin ekonomi makin sulit, serba naik, apalagi saya yang hidupnya di jalan, yang kerasa banget juga itu service dan oli naik Rp70 ribuan dan membebani sedangkan order makin sedikit," kata Alvin saat ditemui Tribunbanyumas.com, di SPBU Watumas, Purwokerto, Rabu (10/6/2026).
Alvin mengaku setiap hari menghabiskan sekitar Rp40 ribu untuk membeli BBM guna menunjang pekerjaannya sebagai pengemudi ojek online.
Keluhan serupa disampaikan Supriyatin (45) seorang ibu rumah tangga dan pemilik UMKM. Ia mengaku baru mengetahui adanya kenaikan harga Pertamax saat hendak mengisi BBM pada Rabu pagi.
"Baru tahu saat mau akan mengisi, karena motor saya NMax sudah biasa pakai Pertamax, kebutuhannya ya banyak buat antar dagangan, buat jemput anak," katanya.
Kenaikan ini, menurutnya, cukup membebani karena konsumsi bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari tidak sedikit.
Harga Pertamax (RON 92) diketahui mengalami kenaikan signifikan dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter atau naik Rp 3.950 per liter.
Sementara itu, Pertamax Green (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter atau bertambah Rp4.100 per liter.
Kenaikan harga BBM non-subsidi berpotensi meningkatkan biaya operasional kendaraan pribadi yang menggunakan Pertamax dan produk sejenis.
Selain itu, biaya logistik dan distribusi barang juga berpotensi mengalami kenaikan yang pada akhirnya dapat memengaruhi harga sejumlah kebutuhan masyarakat.
Penyesuaian harga energi juga dinilai dapat memicu tekanan inflasi dari sisi biaya produksi atau cost-push inflation.
| 6.708 ATS Banyumas Kembali Terjangkau Pendidikan, Tantangan Terbesar Ada di Usia SMA |
|
|---|
| Kabar Gembira! Denda Tunggakan PBB-P2 di Banyumas Dihapus hingga 31 Agustus 2026 |
|
|---|
| Tipu-tipu Oknum Bank Mandiri Taspen, Korban Tembus 137 Orang Pensiunan Sudah Lapor Polisi |
|
|---|
| Eks Pegawai Mandiri Taspen Purwokerto Ditahan, Modus Putar Uang Nasabah ala Skema Ponzi |
|
|---|
| Sosok Syifa Dyah Puspita Wakili Banyumas di Putri Otonomi Indonesia 2026, Lolos 20 Besar Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260610-harga-bbm-spbu-banyumas.jpg)