Berita Ekonomi
Semarang Deflasi di Bulan Agustus, Beras Masih Alami Inflasi
Kota Semarang mengalami deflasi sebesar 0,05% pada Agustus 2025. Namun, komoditi beras masih tercatat menjadi andil inflasi pada Agustus 2025
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kota Semarang mengalami deflasi sebesar 0,05 persen pada Agustus 2025. Namun, komoditi beras masih tercatat menjadi andil inflasi pada Agustus 2025
Kepala BPS Kota Semarang, Rudi Cahyono, menyebutkan, deflasi tersebut dipicu oleh penurunan harga sejumlah komoditas hortikultura, seperti cabai rawit, tomat, dan bawang putih.
Selain itu, penurunan harga bensin dan tarif angkutan udara juga turut andil dalam deflasi pada Agustus.
"Kalau kaitannya dengan deflasi saat ini, kita melihat ini kan deflasi bulan ke bulan. Setelah sebelumnya terjadi inflasi, pada Agustus ini ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga," ujar Rudi, Jumat (5/9/2025).
Meski begitu, secara tahunan, Kota Semarang masih tercatat inflasi 2,55 % . Angka tersebut berada dalam kisaran target inflasi pemerintah tahun ini yaitu 2,5–4,5 persen.
"Artinya, inflasi kita masih terjaga," imbuh Rudi.
Sementara itu, lanjut Rudi, beras yang sebelumnya pada Juni–Juli masuk lima besar penyumbang inflasi utama, pada Agustus tidak lagi menduduki posisi tersebut. Meski demikian, beras tetap mencatat inflasi, hanya saja sumbangannya tidak sebesar bulan-bulan sebelumnya. Secara tahunan, beras menyumbang andil inflasi 0,14 persen.
"Dari sisi kelompok pengeluaran, makanan, ninuman, dan tembakau pada Agustus 2025 memberikan andil inflasi sebesar 0,88 persen. Namun, secara bulanan, kelompok ini justru menyumbang deflasi sebesar 0,16 persen," terangnya.
Sementara, di pasar tradisional Karangayu, harga beras premium saat ini Rp 16 ribu/kilogram. Sedangkan, beras medium Rp 14 ribu/kilogram. Ada pula beras medium dengan harga Rp 12 ribu - Rp 13 ribu/kilogram namun memiliki kualitas yang berbeda.
"Beras masih mahal. Yang paling dicari justru premium karena harganya hanya selisih sedikit," ujar pedagang sembako Pasar Karangayu, Tri Puji Astuti. (eyf)
| Mengapa Nilai Tukar Rupiah Bisa Melemah? Orang Desa Ternyata Juga Bisa Jadi Penyelamat |
|
|---|
| BI Jateng: Inflasi Tahunan Masih Aman di Level 2,11 Persen |
|
|---|
| Usia Beranjak 40 Tahun? Simak Strategi Jitu Atur Keuangan Agar Pensiun Tenang dan Mandiri |
|
|---|
| Beragam Promo Menarik di GIIAS Semarang 2025 |
|
|---|
| Pasca Panen Raya, Inflasi Jateng Masih Terjaga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250905_BERAS.jpg)