Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Catat Rekor Baru Lagi, Harga Emas Antam Naik Dua Kali dalam Sehari

Pada Senin (29/9) sore, per pukul 17.02, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2,222 juta.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Vito
TRIBUNJATENG/Hermawan Handaka
EMAS ANTAM - Petugas butik Butik Emas Logan Mulia Antam menunjukkan replika logam mulia di PT ANTAM yang berlokasi di rukan DP Mall, Jalan Pemuda, Kota Semarang, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tak seperti biasanya, harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk mencatatkan kenaikan sebanyak dua kali dalam sehari.

Mengutip situs Logam Mulia, pada Senin (29/9) sore, per pukul 17.02, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2,222 juta. 

Harga itu naik Rp 24.000 dibandingkan dengan harga pada Senin (29/9) pagi yang berada di level Rp 2,198 juta/gram.

Harga pada Senin pagi itupun tercatat sudah mengalami kenaikan sebesar Rp 7.000 dari harga sebelumnya.

Harga itu sekaligus tercatat merupakan rekor tertinggi baru emas batangan Antam sepanjang masa atau all time high (ATH) emas Antam.

Rekor harga tertinggi emas Antam sebelumnya dicapai pada perdagangan Sabtu (27/9), di level Rp 2,191 juta/ gram.

Lonjakan harga emas batangan Antam itu bersamaan dengan harga emas dunia yang kembali menguat dan mencetak rekor baru pada perdagangan Senin (29/9).

Lonjakan itu ditopang pelemahan dolar AS, serta meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed akan melanjutkan pemangkasan suku bunga pada akhir tahun ini.

Melansir Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,8 persen menjadi 3.789,39 dolar AS per troi ons pada pukul 02.51 GMT, setelah sempat menembus level tertinggi sepanjang masa di 3.798,32 dolar AS per troi ons.

Sementara, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember menguat 0,3 persen ke posisi 3.818,30 dolar AS per troi ons.

Indeks dolar AS terkoreksi 0,2 persen terhadap mata uang utama lainnya, sehingga membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli di luar negeri.

Departemen Perdagangan AS pada Jumat lalu melaporkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), ukuran inflasi pilihan The Fed, naik 0,3 persen pada Agustus. Kenaikan itu sejalan dengan estimasi ekonom, setelah pada Juli naik 0,2 persen.

“Data inflasi yang relatif jinak ini memberi pasar keyakinan bahwa pemangkasan suku bunga Fed akan berlanjut pada Oktober dan Desember,” kata analis Capital.com, Kyle Rodda.

Pemangkasan suku bunga

Menurut data CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan 90 persen kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada Oktober, dengan probabilitas sekitar 65 persen untuk penurunan tambahan di Desember.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved