Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Warga Antusias Ubah Botol Bekas Jadi Tabungan dan Uang Jajan lewat RVM Pertamina

Hingga kini, Joko telah menyetorkan botol mencapai 4.586 botol dengan nominal e-wallet sekira Rp 175 ribu.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Vito
TRIBUNJATENG/Eka Yulianti Fajlin
MENGANTRE - Warga mengantre di Reverse Vending Machine (RVM) di SPBU Sultan Agung Semarang untuk menukarkan botol plastik bekaa menjadi e-wallet. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah teriknya siang, sebuah mesin berbentuk persegi panjang di sudut area SPBU Sultan Agung, Semarang, menjadi pusat perhatian, Selasa (14/10). 

Seakan menjadi magnet baru, Reverse Vending Machine (RVM) atau mesin tukar botol itu tak pernah benar-benar sepi. Ada saja warga yang datang dengan menenteng kantong berisi puluhan botol plastik bekas.

Warga Kaliwiru, Semarang, Joko Supriyono, yang kesehariannya menjadi pengemudi ojek online pun tak luput memanfaatkan RVM tersebut. Ia membawa dua kantong besar berisi ratusan botol plastik dan memasukan satu per satu botol ke dalam mesin.

Tatapan matanya menyiratkan harapan, di mana benda yang dulu dianggap sampah kini bisa berbalik rupa menjadi pundi-pundi rupiah. 

Sembari memasukkan botol, ia menatap layar kecil di mesin yang menampilkan jumlah botol yang terkumpul.

Setelah selesai, ia mendekatkan gawainya ke layar untuk mengambil poin dengan memindai QR Code pada layar.

"Tadi memasukan 270 botol. Itu nanti diuangkan dalam bentuk e-wallet," katanya, Selasa (14/10).

Ini bukan kali pertama Joko menyetorkan botol plastik ke dalam RVM. Ia rutin menyetorkan botol bekas sejak hadirnya mesin tersebut di SPBU Sultan Agung. 

Hingga kini, total botol yang telah disetorkan mencapai 4.586 botol dengan nominal e-wallet sekira Rp 175 ribu.

Ia mengaku, termotivasi mengumpulkan botol plastik sejak hadirnya mesin penukar botol ini di SPBU itu.

"Di samping peduli terhadap lingkungan, menjaga lingkungan agar berguna untuk anak cucu kita, saya mengumpulkan botol untuk menambah ekonomi," ucapnya.

Kini, Joko selalu menajamkan mata di setiap langkahnya. Begitu melihat sebotol plastik tergeletak di jalanan, tanpa ragu ia membungkuk dan meraihnya. 

Ia tak pernah merasa malu. Sebab dalam genggamannya, sampah itu bukan sekadar plastik, melainkan peluang memberikan peningkatan ekonomi.

Bagi sebagian orang, botol itu hanya sampah. Bagi Joko, setiap satu botol yang ia pungut justru menjadi satu langkah kecil menuju perubahan, tak hanya untuk dirinya melainkan juga bumi ini.

Setiap botol dibersihkan, disimpan dengan rapi di rumahnya. Tak sampai sepekan, puluhan botol sudah menumpuk, seakan menjadi saksi bisu atas ketekunan dan keyakinannya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved