Selasa, 26 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Harga Emas Terus Melambung

Penguatan harga emas Antam itu bersamaan dengan terus melonjaknya harga emas dunia

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Vito
TRIBUNJATENG/Hermawan Handaka
EMAS ANTAM - Petugas butik Butik Emas Logan Mulia Antam menunjukkan replika logam mulia di PT ANTAM yang berlokasi di rukan DP Mall, Jalan Pemuda, Kota Semarang, Senin (14/4/25) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Harga emas logam mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terus mencatatkan rekor baru. Harga emas batang Antam  di Semarang tercatat menembus Rp 2,383 juta/gram pada Rabu (15/10). 

Angka tersebut menguat hingga Rp 23.000 dari harga pada hari sebelumnya sebesar Rp 2,36 juta/gram. Penguatan harga emas Antam itu bersamaan dengan terus melonjaknya harga emas dunia

Mengutip trading economics Rabu (15/10), pukul 18.21 WIB, harga emas berada di level 4.202 dolar AS per troi ons, naik 1,41 persen secara harian, dan naik 60,06 persen secara year to date (ytd). 

Analis PT Finex Bisnis Solusi Future, Brahmantya Himawan mengatakan, ketegangan antara AS dan Tiongkok kembali meningkat setelah pernyataan Jamieson Greer, perwakilan Dagang AS.

Dalam pernyataannya, Jamieson menyebut Presiden Donald Trump dapat memberlakukan tarif hingga 100 persen terhadap Tiongkok mulai 1 November atau bahkan lebih cepat, bergantung pada respons Beijing dalam sengketa terkait logam tanah jarang (rare earths). 

Langkah itu menandai babak baru dalam perang dagang dua ekonomi terbesar dunia, dengan laut kini menjadi arena utama konfrontasi.

Kedua negara akan mulai menerapkan biaya tambahan untuk perusahaan pelayaran, yang berpotensi memengaruhi rantai pasok global dan harga berbagai komoditas, mulai dari mainan hingga minyak mentah.

“Kondisi geopolitik yang semakin tegang ini memicu lonjakan permintaan terhadap aset aman, terutama emas, karena investor berupaya melindungi nilai portofolio dari ketidakpastian global,” katanya, kepada Kontan, Rabu (15/10). 

Menurut dia, momentum penguatan logam mulia itu juga didukung oleh meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS.

Dalam pidatonya terbaru, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober. 

Ia pun menegaskan, proses penghentian pengetatan kuantitatif (QT) akan dilakukan secara hati-hati dan terukur untuk mencegah ketegangan likuiditas seperti pada krisis pasar uang tahun 2019.

Powell menekankan pentingnya instrumen fasilitas repo permanen dan jendela diskonto guna menjaga stabilitas sistem pendanaan antarbank selama transisi menuju tingkat cadangan yang lebih rendah. 

Sinyal dovish itu menandakan pergeseran kebijakan The Fed menuju fase yang lebih akomodatif, setelah 2 tahun menjalankan pengetatan agresif sejak 2022 untuk menekan inflasi. 

Secara makro, Bram menyebut,  kombinasi antara ketegangan geopolitik dan potensi penurunan suku bunga menciptakan ruang bagi emas untuk melanjutkan momentum bullish. 

Jika QT benar-benar dihentikan, likuiditas pasar kemungkinan akan meningkat, yang dapat menekan imbal hasil obligasi AS, melemahkan dolar AS, dan mendukung aset berisiko seperti saham, serta komoditas berdenominasi dolar seperti emas dan perak.

Bram pun menyarankan investor dapat melakukan trading emas atau membeli emas dan menabung emas dalam bentuk fisik.

“Emas potensi melonjak hingga 5.000 dolar AS per troy dalam waktu dekat, disusul perak yang berpotensi melonjak juga akibat permintaan dari industri terbarukan (panel surya hingga mobil listrik-Red),” bebernya. (Eka Yulianti Fajlin/Kontan/Vendy Yhulia Susanto)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved