Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

23 Semarang Shopping Center Digadang Jadi Penggerak Ekonomi Baru

Kawasan mixed-use lifestyle retail seluas lebih dari 65 ribu meter persegi itu diproyeksikan menjadi pusat gravitasi ekonomi urban baru di Jateng.

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Vito
TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D
PAMERAN MOBIL - Pengunjung menyaksikan pameran mobil Porce di 23 Semarang Shoping Center, dalam soft opening pusat perbelanjaan itu, Sabtu (23/5). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang belakangan membayangi sektor perdagangan dan konsumsi nasional tak menyurutkan geliat investasi properti dan ritel di Kota Semarang. 

Di tengah tekanan ekonomi global itu, kawasan Semarang Barat justru mendapat suntikan optimisme baru lewat hadirnya 23 Semarang Shopping Center, tepatnya di sekitaran Pantai Marina atau di kawasan bisnis POJ City.

Kawasan mixed-use lifestyle retail seluas lebih dari 65 ribu meter persegi itu diproyeksikan menjadi pusat gravitasi ekonomi urban baru di Jateng.

Kehadirannya dinilai bukan sekadar pusat belanja, tetapi juga menjadi pemicu perputaran ekonomi baru, mulai dari perdagangan, jasa, UMKM, hingga penyerapan tenaga kerja.

Direktur dan CFO PT Indonesian Paradise Property Tbk, Surina mengatakan, Semarang dipilih karena dinilai memiliki pertumbuhan ekonomi dan transformasi urban yang sangat progresif di Indonesia.

“Perkembangan kota yang sangat dinamis serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap destinasi gaya hidup modern menjadi alasan utama kami memilih Semarang sebagai bagian penting dari ekspansi portofolio,” katanya, dalam seremoni soft opening 23 Semarang Shopping Center, Sabtu (23/5).

Meski dalam situasi ekonomi global yang penuh tekanan, menurutnya, Kota Semarang justru memperlihatkan potensi pasar yang menjanjikan. 

Merujuk data BPS Kota Semarang, pertumbuhan ekonomi di kota ini tercatat mencapai 6,49 persen pada 2025, ditopang sektor perdagangan, konstruksi, industri pengolahan, hingga investasi kawasan urban.

Surina menuturkan keberadaan 23 Semarang diharapkan memberi multiplier effect terhadap ekonomi daerah, mulai dari pembukaan ribuan lapangan kerja baru, penguatan sektor perdagangan dan jasa, hingga peningkatan daya tarik investasi Kota Semarang.

Sementara, General Manager 23 Semarang Shopping Center, Dian Widiyanti mengatakan, kawasan itu dirancang bukan hanya menjadi pusat transaksi, tetapi juga ruang sosial urban yang mampu menjaga aktivitas ekonomi tetap hidup dalam jangka panjang.

“Fokus pengelolaan kami adalah memastikan kawasan ini menjadi destinasi yang aktif, relevan, dan memiliki daya tarik komersial yang kuat,” ucapnya.

Ia menilai, konsep lifestyle sanctuary yang diusung akan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan ritel modern di Semarang, terutama dengan hadirnya berbagai tenant nasional maupun internasional yang pertama kali masuk ke Kota Atlas.

Beberapa tenant yang hadir antara lain brand olahraga global, ritel lifestyle, hingga kuliner internasional. Beberapa di antaranya seperti Nike, Adidas, Pop Mart, Chagee, hingga HOKA.

Selain mengandalkan kekuatan tenant, kawasan itu juga mengusung konsep ruang hijau 'Dauntown Park' yang menjadi titik temu masyarakat urban dengan pendekatan desain menyatu dengan alam. (Rezanda Akbar D)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved