Tribun jJateng Hari Ini
MBG Diduga Jadi Penyebab Harga Pangan Terus Naik
Harga telur merangkak sedikit demi sedikit hampir setiap hari, hingga kini sudah menembus kisaran Rp 29.500-Rp 30.000 per kg.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Vito
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tren kenaikan harga sejumlah komoditas pangan belum mereda. Hal itu seperti terjadi pada telur ayam ras yang dinilai cukup tinggi sejak beberapa pekan terakhir.
Harga telur merangkak sedikit demi sedikit hampir setiap hari. Hingga kini, harga telur di kota ini sudah menembus kisaran Rp 29.500-Rp 30.000 per kg.
Pedagang telur grosir dan eceran di Dewi Sartika Semarang, Atik mengatakan, tren kenaikan sudah berlangsung sejak 4 pekan terakhir.
Saat ini, ia menjual telur negeri Rp 29.500/kg, sementara telur omega dibanderol Rp 31.000/kg. "Harga telur naik terus, hampir setiap hari ada kenaikan sedikit-sedikit," katanya, Senin (20/10).
Meski harga naik, menurut dia, permintaan masyarakat tidak menurun drastis, mengingat komoditas itu termasuk kebutuhan pokok.
Dalam sehari, ia bisa menjual rata-rata 30-40 kg. "Permintaan ada sedikit penurunan, tapi tidak begitu terasa," ujarnya.
Atik mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga telur yang terus terjadi beberapa pekan terakhir. Namun, permintaan telur disebut mengalami kenaikan sejak masifnya program MBG.
Hal itu karena cukup banyak dapur MBG yang langsung membeli telur ke kadang, alias langsung ke peternak. "Kandang otomatis kebutuhannya makin naik. Permintaan jadi bertambah," ucapnya.
Atik berharap, harga telur bisa kembali stabil pada harga yang lama. Jika harga terus mengalami kenaikan, ia khawatir harga tidak terkendali momentum hari besar keagamaan hingga menyebabkan daya beli masyarakat menurun.
"Kalau bisa turun lagi, stabil di harga lama. Jangan naik terus. Apalagi, sebentar lagi Natal. Kalau naik terus, saat momen itu jadi berapa harganya?" tukasnya.
Kenaikan harga telur juga diungkapkan pemilik toko kelontong di wilayah Gunungpati, Maryani. Saat ini, ia mematok telur di harga Rp 30.000/kg.
Ia menyebut, kenaikan harga telur dirasakan sejak semakin meluasnya program MBG. Permintaan telur meningkat karena banyak pengelola dapur MBG meminta telur dalam jumlah besar.
Tak hanya telur, dia menambahkan, harga sumber protein lain yakni daging ayam juga mengalami kenaikan. "Sejak ada program MBG, permintaan naik, otomatis harga juga ikut terdorong," tuturnya.
Ayam potong
Adapun, harga ayam potong di Kota Semarang juga masih bertahan tinggi sejak satu bulan terakhir. Harga komoditas itu saat ini berkisar Rp 38.000-Rp 40.000 per kg.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250910_telur.jpg)