Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

Harga Bawang Merah dan Cabai di Pati Meroket Jelang Nataru

Memasuki bulan Desember 2025, harga bahan pokok di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami kenaikan.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Mazka Hauzan Naufal
HARGA NAIK - Mail, pedagang di Pasar Puri Baru Pati, menjaga kios dagangannya, Jumat (6/12/2025). Harga beberapa bahan pokok naik pada awal Desember 2025 ini. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Memasuki bulan Desember 2025, harga bahan pokok di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami kenaikan. 

Hal itu berdasarkan pantauan di Pasar Puri Baru Pati, Jumat (5/12/2025).

Bahan pokok yang mengalami kenaikan antara lain bawang merah dan cabai. 

Pedagang cabai, Mail, menyebut bahwa meskipun pasokan lancar, cabai dan bawang merah naik harganya sejak dua hari lalu.

"Menjelang Natal dan tahun baru memang selalu naik," ucap Mail.

Harga bawang merah dari Rp 43 ribu menjadi Rp 55 ribu per kilogram.

Baca juga: Bupati Pati Sudewo Paparkan Program Prioritasnya di Hadapan Kepala Staf Presiden

Harga cabai setan yang awalnya Rp 60 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 80 ribu per kilogram. 

Kemudian cabai keriting dari Rp 38 ribu menjadi Rp 42 ribu per kilogram. 

Seorang pembeli, Dea Rohmah, mengatakan bahwa harga kebutuhan bahan pokok menyebut bahwa kenaikan harga bawang merah dan cabai terjadi secara umum, bukan hanya di Pasar Puri Baru.

"Brambang (bawang merah) sama cabai itu pada naik semua," ujarnya.

Kini, demi menekan pengeluaran belanja, Dea terpaksa mengurangi takaran bumbu dapur saat memasak.

Dia juga berharap harga bahan pokok bisa stabil kembali.

"Menyiasatinya kalau masak ya mengurangi. Misal bikin sambel, ya hanya membuat sedikit," kata ibu rumah tangga asal Kaborongan, Pati, ini.

Baca juga: Curahan Hati Coach Rudi Widodo Usai Dipecat Persipa Pati: Saya Tidak Terima

Selain bawang merah dan cabai, daging ayam juga mengalami kenaikan harga.

Harga daging ayam per kilogram di Pasar Puri Baru Pati naik dari Rp 37 ribu menjadi Rp 40 ribu. 

Pedagang ayam di Pasar Puri Baru, Riris, mengatakan bahwa kenaikan harga ini berdampak pada berkurangnya penjualan. 

Biasanya, Riris bisa menjual 2 kuintal daging ayam dalam satu hari. Saat ini hanya sekitar 1,5 kuintal.

"Peminat berkurang karena harga tinggi. Terus karena ada program MBG (Makan Bergizi Gratis) orang jadi makin jarang beli daging ayam," kata dia berpendapat. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved