Berita Bisnis
Pasar Kripto Masih "Mencekam", Indeks Fear & Greed Sentuh Level 28 Saat Bitcoin Melemah
Pasar aset kripto masih bergerak lesu dalam beberapa pekan terakhir, sehingga para investor perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pasar aset kripto masih bergerak lesu dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan pantauan CoinMarketCap, Minggu (21/12/2025) pukul 16.20, mayoritas aset kripto utama masih berada di zona koreksi, meski sempat menunjukkan pergerakan yang terbatas.
Indeks Fear & Greed kripto tercatat berada di level 28, yang menandakan kondisi pasar masih diliputi sentimen takut.
Angka ini mencerminkan kehati-hatian investor dalam mengambil keputusan.
Harga Bitcoin tercatat melemah secara harian dan mingguan. Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin terkoreksi tipis. Saat ini, harga Bitcoin sebesar USD 88,664.
Baca juga: Sentimen Suku Bunga The Fed Tekan Pasar Kripto
Kondisi serupa juga dialami Ethereum, yang mencatatkan penurunan harga baik dalam periode harian maupun mingguan. Kini, Ethereum di kisaran USD 2,993.
Pelaku pasar pun masih mencermati berbagai faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi pergerakan kripto ke depan, mulai dari sentimen global, kebijakan moneter, hingga dinamika regulasi.
Seorang trader di Semarang, Arif Yuli mengatakan, sudah menarik modalnya beberapa waktu lalu saat harga Bitcoin turun cukup drastis.
Saat ini, dirinya belum berani kembali melakukan trading mengingat kondisi pasar yang masih belum stabil.
"Sudah sata tarik semua dananya. Sekarang, saya masih melihat pasarnya seperti apa, belum berani trading dulu," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK , Hasan Fawzi mengatakan, nilai transaksi aset kripto selama November 2025 tercatat sebesar Rp 37,20 triliun.
Angka tersebut menurun 24,53 persen dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat sebesar Rp49,29 triliun.
Namun, dia menilai, konfisi pasar tetap terjaga baik dengan nilai ttansaksi kripto yang tercatat Rp 446,77 triliun sepanjang 2025.
"Total nilai transaksi aset kripto sepanjang 2025 telah tercatat senilai Rp 446,77 triliun. Hal ini menunjukkan kepercayaan konsumen dan kondisi pasar yang tetap terjaga baik," ujarnya.
Lebih lanjut, OJK juga resmi menerbitkan Whitelist Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin serta Calon Pedagang Aset Keuangan Digital (CPAKD) terdaftar. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pelindungan konsumen sekaligus menjaga integritas perdagangan aset keuangan digital dan aset kripto di Indonesia.
| Produksi Lung Coffee Banyumas Meningkat Berkat KUR BRI, Siti Kini Raih Kemandirian Finansial |
|
|---|
| Beri Bingkisan Hingga Undian Berhadiah HP, Cara Agen BRILink Jee Cell Baturraden Pertahankan Nasabah |
|
|---|
| Jajanan Jadul Jadah Tempe Suguhan by Mbah Carik Sukses Tembus Anak Muda, Tak Ragu Sesuaikan Selera |
|
|---|
| Cuan dari Dapur: 5 Ide Usaha Sampingan Ibu Rumah Tangga Tanpa Perlu Keluar Rumah |
|
|---|
| Tak Takut Pensiun, Ratidjo Sukses Besarkan Jejamuran yang Dimulai saat Purna Tugas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251221_Pasar-kripto-turun_1.jpg)