Tribun Jateng Hari Ini
IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan di Awal Tahun
Sejumlah katalis positif berasal dari diplomasi dagang Indonesia dengan AS, serta kondisi ekonomi domestik yang dinilai masih solid.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali 2026 dengan tren penguatan yang solid.
Pada perdagangan Jumat (2/1) lalu, IHSG ditutup menguat 101,19 poin atau 1,17 persen ke level 8.748,13.
Pengamat pasar modal sekaligus Co-Founder Pasardana, Hans Kwee mengatakan, pasar saham global membuka awal 2026 dengan pergerakan positif, meski diiringi potensi volatilitas yang lebih tinggi.
Di sepanjang 2026, pasar saham Amerika Serikat (AS) masih berpeluang melanjutkan tren penguatan, didukung pertumbuhan laba perusahaan, kebijakan moneter Federal Reserve yang semakin akomodatif, serta dorongan fiskal yang bersifat ekspansif.
Pertumbuhan laba perusahaan di AS pada 2026 juga dinilai tidak lagi terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi sangat besar.
“Tahun 2026 The Fed menuju posisi suku bunga netral dengan potensi dua kali pemotongan bunga di bulan Maret dan Juni,” katanya, kepada Kontan, Minggu (4/1).
Di kawasan Eropa, bursa saham mencatatkan kinerja tahunan terkuat sejak 2021. Kinerja positif itu ditopang kombinasi penurunan suku bunga, komitmen Jerman untuk melakukan ekspansi fiskal.
Selain itu, langkah investor yang mulai mendiversifikasi portofolio dari saham teknologi AS yang dinilai sudah mahal. Tren positif bursa Eropa diperkirakan masih akan berlanjut sepanjang 2026.
Hans menuturkan, pasar saham Indonesia juga diproyeksikan masih memiliki ruang penguatan pada 2026. Sejumlah katalis positif berasal dari diplomasi dagang Indonesia dengan AS, serta kondisi ekonomi domestik yang dinilai masih solid.
Dalam jangka pendek, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada rilis data ekonomi. Pekan depan, data inflasi Indonesia diperkirakan berada di level relatif rendah, sementara neraca perdagangan Indonesia diperkirakan kembali mencatatkan surplus.
Selain itu, pelaku pasar global juga akan mencermati rilis data tenaga kerja AS pada akhir pekan.
Dengan berbagai sentimen dan katalis itu, IHSG pada Senin (5/1), berpeluang bergerak konsolidatif dengan kecenderungan menguat.
Hans memproyeksi level support IHSG berada di kisaran 8.664 hingga 8.537, sementara level resistance berada pada rentang 8.776 hingga 8.800.
Sementara, pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana menilai, secara teknikal IHSG masih berada dalam tren naik yang sehat, dan berpeluang kembali menguji level tertinggi sepanjang masa di kisaran 8.777.
Namun, eskalasi konflik antara AS dan Venezuela berpotensi meningkatkan aversi risiko investor global dalam jangka pendek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ihsg-cetak-rekor-lagi.jpg)