Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

IHSG Tembus Rekor Baru Lagi di Tengah Konflik AS-Venezuela

IHSG kembali menyentuh level rekor tertinggi baru dengan ditutup naik 0,84 persen atau 74,41 poin ke level 8.933,60 pada perdagangan Selasa (6/1).

Tayang:
Editor: Vito
TRIBUNNEWS
Seorang karyawan berjalan melintasi papan pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kekhawatiran pasar global akibat meningkatnya tensi geopolitik menyusul langkah Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela tidak mempengaruhi kondisi pasar modal Indonesia. 

Investor memilih bersikap optimistis, yang tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bahkan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH). 

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG kembali menyentuh level rekor tertinggi baru dengan ditutup naik 0,84 persen atau 74,41 poin ke level 8.933,60 pada perdagangan Selasa (6/1).

Capaian itu melanjutkan penguatan di hari sebelumnya, Senin (5/1), sebesar 1,27 persen ke level 8.859.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai, pelaku pasar global belum memandang eskalasi geopolitik sebagai ancaman serius. Fokus investor masih tertuju pada prospek pemulihan ekonomi. 

“Tampaknya pelaku pasar dan investor tidak begitu peduli dengan situasi dan kondisi yang ada, karena mereka optimis terhadap pemulihan ekonomi atau bahkan tidak terlalu mempermasalahkan langkah Amerika Serikat,” katanya.

Nico menuturkan, penguatan IHSG dan bursa regional didorong munculnya optimisme pasar terhadap perekonomian Asia.

“Meskipun investor tetap mencermati dampak aksi militer AS di Venezuela, sembari bersiap menghadapi rilis data ekonomi utama di AS pada pekan ini,” bebernya.

Head of Research and Education Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan menyatakan, serangan AS terhadap Venezuela ternyata tidak berdampak signifikan ke pasar modal, tetapi mendorong kenaikan harga mayoritas komoditas logam.

Ia mencermati penguatan IHSG ditopang oleh saham-saham berbasis komoditas. Hal itu tercermin dari indeks IDX sektor bahan baku yang pada Selasa (6/1) menguat 3,35 persen.

Selain itu, sektor industri naik 2,14 persen, energi menguat 1,62 persen, teknologi naik 1,57 persen, properti bergerak positif 1,34 persen, infrastruktur menguat 0,86 persen, barang konsumsi non-primer naik 0,73 persen. 

Kemudian, sektor keuangan menguat 0,66 persen, barang konsumsi primer (siklikal) bertambah 0,22 persen, dan kesehatan naik tipis 0,17 persen. Satu-satunya sektor yang berada di zona merah adalah transportasi, yang terkoreksi 0,89 persen.

“Penguatan IHSG ini didorong oleh kinerja IDX Basic Material, yang mana didorong oleh emiten-emiten nikel yang terpengaruh oleh kenaikan harga komoditas nikel,” ucap Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana, kepada Kontan, Selasa (6/1).

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi mengatakan, penguatan IHSG masih terbuka, meskipun akan lebih terbatas atau terjadi koreksi wajar. 

“Ini seiring dengan mulai memasuki area overbought dan terjadi penurunan volume transaksi dibandingkan hari sebelumnya,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (6/1).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved