Tribun Jateng Hari Ini
Masyarakat Kelas Menengah Tekan Belanja Hadapi Ramadan
Indeks tabungan kelompok menengah meningkat 0,49 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya menjadi 101,2.
"Ada yang memilih liburan dekat domisili karena kenaikan pendapatan tidak sesuai dengan harapan. Tiket pesawat juga melambung tinggi, meskipun sudah diberikan diskon tetap saja masih tidak terjangkau bagi sebagian kalangan," bebernya.
Huda menyatakan, kondisi itu menunjukkan bahwa meskipun pergerakan orang tetap terlihat ramai di tempat wisata, kualitas belanja atau spending per kapita cenderung menurun.
"Masyarakat lebih selektif dalam mengeluarkan uang untuk kebutuhan sekunder di tengah ketidakpastian ekonomi," ujarnya.
Sementara, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia justru meyakini realisasi belanja masyarakat di momen Nataru akan berada di atas proyeksi awal sebesar Rp 107,56 triliun.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Sarman Simanjorang menyebut, angka itu didorong pergerakan sekitar 119,5 juta orang atau setara dengan 29,87 juta keluarga yang melakukan mudik dan perjalanan wisata.
“Kami memprediksi perputaran uang bisa di atas Rp 107,56 triliun, mengingat pelaku usaha swasta juga jor-joran memberikan harga diskon saat belanja di akhir tahun,” ucapnya, kepada Kontan.co.id, Selasa (6/1).
Sarman menilai, membludaknya pengunjung di berbagai destinasi wisata favorit seperti Malioboro Yogyakarta, Malang, Bali, hingga Labuan Bajo menjadi sinyal pulihnya daya beli masyarakat.
Di Jakarta, pusat keramaian seperti Ancol, Ragunan, dan TMII juga terpantau padat merayap. (Kontan/Dendi Siswanto/Arif Ferdianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260101_Wisatawan-di-Kota-Lama-Semarang_3.jpg)