Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Warga Semarang Kesulitan Berburu Uang Pecahan Baru Secara Online via Web BI 

Masyarakat harus bersaing ketat di ruang tunggu digital untuk melakukan penukaran uang daring yang disediakan BI lewat www.pintar.bi.igo.id.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Vito
TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
PENUKARAN UANG - Suasana penukaran uang baru di GOR Satria Purwokerto, Kamis (5/3/2026). Sejak pagi hari, masyarakat sudah datang untuk menukar uang pecahan kecil yang akan dibagikan sebagai Tunjangan Hari Raya (THR) kepada kerabat maupun anak-anak saat Lebaran. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Perburuan uang pecahan baru di Kota Semarang menjelang Lebaran tak sekadar antre di bank, menyusul sistem penukaran daring yang disediakan Bank Indonesia (BI) lewat website www.pintar.bi.go.id.

Hal itu membuat masyarakat harus bersaing ketat di ruang tunggu digital, dan tak jarang membuat sebagian orang menyerah dan memilih cara lain.

Warga Kecamatan Gajahmungkur, Dewa, menjadi satu yang merasakan panjangnya antrean tersebut. Ia mencoba mengakses sistem penukaran uang via web pada hari pertama pembukaan layanan.

Menurutnya, layanan penukaran uang dibuka sekitar pukul 08.00. Namun, ia baru mencoba masuk sekitar pukul 10.00 karena terlambat bangun.

“Saya masuk sekitar jam 10. Langsung pakai dua gadget, HP sama komputer,” ujarnya, kepada Tribunjateng.com, Minggu (8/3).

Dewa mengatakan, upaya melalui ponsel justru tidak berjalan lancar. Ia menyebut sistem di ponsel cukup sensitif terhadap perubahan jaringan.

“Kalau pakai HP harus terus dibuka. Kalau ditutup, pindah wifi, atau koneksi jelek, langsung refresh otomatis. Akhirnya malah reset lagi di waiting room,” katanya.

Berbeda dengan komputer yang ia gunakan secara bersamaan. Perangkat tersebut tetap berada di ruang tunggu sejak pukul 10.00.

Meski sistem sempat menampilkan estimasi waktu tunggu sekitar 15 menit, kenyataannya ia baru bisa masuk ke halaman pemilihan lokasi penukaran sekitar pukul 14.00.

“Padahal di layar tertulis waiting room cuma 15 menit, tapi faktanya saya nunggu sampai 4 jam,” tukasnya.

Dewa juga mengaku sempat kebingungan dengan estimasi waktu yang berubah-ubah di layar.

Menurutnya, hitungan waktu antrean sering naik turun. “Kadang sudah tinggal 7 menit, tiba-tiba balik lagi jadi 10 menit,” bebernya.

Ia menilai, sistem antrean tersebut masih perlu diperbaiki agar lebih transparan bagi masyarakat. “Kayaknya BI perlu memperbaiki sistem juga,” ucapnya.

Dewa juga mempertanyakan bagaimana para penukar uang di pinggir jalan bisa mendapatkan banyak uang baru, sementara masyarakat harus mengantre panjang melalui sistem resmi.

“Kalau pakai sistem sekarang, harusnya mereka juga susah dapat uang baru,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved