Tribun Jateng Hari Ini
Klarifikasi soal Stok BBM, Bahlil Minta Warga Tak Perlu Panic Buying
Pernyataan mengenai stok BBM hanya 21-25 hari itu karena kapasitas penyimpanan yang dimiliki hanya bisa menampung volume untuk jangka waktu itu.
Meski demikian, ia meminta masyarakat untuk tidak panik berlebihan. Ia berkaca pada pengalaman sejarah di mana Indonesia pernah melewati masa-masa yang lebih sulit.
"Kalau harga minyak 90-92 dollar, apakah itu kiamat buat kita? Enggak juga. Kita dulu pernah melewati keadaan di mana harga minyak sampai 150 dollar per barel," tuturnya.
Purbaya mengungkapkan, meski pertumbuhan ekonomi mungkin akan sedikit melambat akibat guncangan harga energi, fondasi ekonomi Indonesia dinilai cukup kuat untuk tidak jatuh ke jurang krisis. "Jadi kita punya pengalaman-pengalaman mengatasi hal itu," tandas dia.
Ia secara terbuka mengakui tengah melakukan stress test atau uji ketahanan terhadap APBN dalam mengantisipasi skenario terburuk.
Menurut dia, kenaikan harga minyak dunia ke level 90 hingga 92 dollar AS per barel akan memberikan tekanan pada defisit anggaran negara.
"Kita sudah exercise sampai kalau harga (minyak-Red) 90, naik ke 92 dollar per barel, apa dampaknya ke defisit. Kalau enggak diapa-apain, defisit kita bisa naik ke 3,6 sekian persen dari PDB," katanya
Ia menyebut, angka 3,6 persen itu menjadi sorotan, lantaran secara aturan perundang-undangan defisit APBN idealnya dijaga tetap di bawah level 3 persen PDB.
Purbaya menyatakan, pemerintah tidak akan tinggal diam melihat angka defisit yang membengkak. Berbagai langkah penyesuaian akan diambil agar kesehatan fiskal tetap terjaga, termasuk menaikkan harga BBM.
"Biasanya kita bisa melakukan langkah-langkah penyesuaian, sehingga defisit anggaran kita tetap terjaga di bawah 3 persen," ucapnya. (Tribunnews/Taufik Ismail)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Menteri-ESDM-Bahlil-Lahadalia-1.jpg)