Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Konflik Timur Tengah Tekan Bisnis Pariwisata Kuartal II

Tren penjualan bisnis pariwisata pada kuartal II/2026 akan mengalami tantangan penuh imbas konflik geopolitik antara AS-Israel dengan Iran. 

Editor: Vito
KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA
Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Haryadi Kamdani 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Bisnis pariwisata diprediksi mengalami penurunan memasuki periode kuartal II/2026, menyusul sejumlah faktor yang mempengaruhi.

Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Haryadi Kamdani mengatakan, tren penjualan bisnis pariwisata pada kuartal II/2026 akan mengalami tantangan penuh, antara lain imbas konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. 

"Nah, ini kuartal kedua ini terus terang penuh dengan tantangan. Karena di kuartal kedua ini kan kita kena imbas perang Iran ini loh," katanya, saat dikonfirmasi Kontan, Jumat (27/3).

Menurut dia, satu dampak dari konflik itu adalah terganggunya sistem penerbangan. Pasalnya, saat ini biaya avtur untuk penerbangan sudah melonjak jauh.

Haryadi menuturkan, lonjakan harga avtur disebabkan karena terjadinya kelangkaan minyak global. Sehingga, hal itu akan membuat wisatawan mancanegara dipastikan tidak ingin lebih banyak bepergian lebih dulu.

"Nah, bisa dibayangkan enggak bahwa avtur itu merupakan komponen 40 persen dari struktur biayanya penerbangan," ucapnya.

Ia turut membandingkan dengan negara tetangga Indonesia yang saat ini sudah menaikkan harga avtur, satu di antaranya adalah Singapura.

"Nah, kalau harga tiket naik otomatis pergerakan wisatawan nusantara atau domestic travelers itu pasti akan terganggu, gitu kan. Belum lagi kami bicara yang wisatawan mancanegara yang perjalanannya lebih jauh jam terbangnya kan," bebernya.

Dengan kondisi itu, Haryadi menyatakan, situasi global saat ini menjadi hal yang paling diwaspadai. Pasalnya, kondisi global saat ini sangat berdampak signifikan untuk bisnis pariwisata.

GIPI memastikan jika konflik geopolitik masih berlangsung, maka tren penjualan bisnis pariwisata pada momen kuartal II/2026 mengalami penurunan.

"Dengan mahalnya transportasi udara, lalu daya beli juga nanti mungkin tergerus, nilai tukar kita juga kalau kondisinya terus melemah pasti akan menimbulkan banyak biaya-biaya tinggi nantinya," tukasnya. (Kontan/Zendy Pradana)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved