Tribun Jateng Hari Ini
Menteri ESDM Klaim RI Sudah Lewati Krisis BBM
Stok energi nasional saat ini masih berada dalam kondisi aman dengan BBM berada di atas batas minimal, yakni lebih dari 20 hari.
Bahlil pun memastikan hal itu tidak mengganggu pasokan BBM secara umum. Sebab, Indonesia tidak mengimpor BBM jadi dari Timur Tengah. Impor hanya dilakukan untuk crude dengan porsi sekitar 20-25 persen.
Dia menambahkan, Indonesia telah melakukan diversifikasi sumber impor crude, sehingga tidak mengalami ketergantungan dari pasokan Timur Tengah.
"Kita sudah mampu mendapatkan penggantinya dari beberapa negara seperti Angola, Afrika, Nigeria, Amerika, dan beberapa negara lain. Jadi InsyaAllah clear-lah, aman," tegasnya.
Senada, Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas) Kementerian ESDM, Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam mengungkapkan, telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi pasokan energi di tengah situasi gejolak geopolitik di Timur Tengah.
Selain mendorong pengaturan konsumsi secara wajar dan bijak, dia menambahkan, pemerintah memacu diversifikasi sumber impor BBM dan elpiji.
"Kami mengalihkan sumber impor yang tadinya berasal dari negara Timur Tengah yang terkendala dengan masalah di Selat Hormuz menjadi ke negara-negara lain seperti Amerika, Afrika, Asia dan negara-negara di ASEAN," tuturnya.
Ia menyebut, pemerintah juga mendorong optimalisasi kilang-kilang di dalam negeri untuk produksi BBM dan elpiji, serta telah menginstruksikan kepada seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) agar mengutamakan pasokan ke dalam negeri daripada ekspor.
"Artinya, crude yang diproduksi di dalam negeri diupayakan untuk seluruhnya dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk kilang minyak di dalam negeri. Kami mengoptimalkan kilang-kilang dalam negeri," tegas Rizwi. (Kompas.com/Yohana Artha Uly/Kontan/Ridwan Nanda Mulyana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Menteri-ESDM-Bahlil-Lahadalia-1.jpg)