Tribun Jateng Hari Ini
Menteri ESDM Klaim RI Sudah Lewati Krisis BBM
Stok energi nasional saat ini masih berada dalam kondisi aman dengan BBM berada di atas batas minimal, yakni lebih dari 20 hari.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengeklaim Indonesia sudah melewati masa krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang disebabkan perang Timur Tengah.
Keyakinan itu didukung dengan pasokan BBM nasional yang terjaga di tengah gangguan distribusi dan kenaikan harga minyak global.
"Jadi sebenarnya saya ingin menyampaikan bahwa masa kritis kita terhadap dinamika global untuk BBM, alhamdulillah kita sudah lewati," katanya, di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/4).
Ia menyebut, stok energi nasional saat ini masih berada dalam kondisi aman dengan BBM berada di atas batas minimal, yakni lebih dari 20 hari. Begitu pula dengan stok elpiji berada di atas 10 hari.
"Stok nasional tetap berada pada batasan minimal di atas 20 hari semua. (Stok-Red) elpiji kita di atas 10 hari," tegasnya.
Meski demikian, Bahlil tetap meminta masyarakat untuk bijak dalam menggunakan energi BBM maupun elpiji, mengingat kondisi global saat ini masih bergejolak.
"Saya meminta kepada seluruh masyarakat, kita harus bijak, arif dalam memakai BBM, termasuk elpiji," ujarnya.
Berkait dengan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Bahlil menuturkan, saat ini masih dalam perhitungan yang dilakukan pemerintah bersama badan usaha.
"Mengenai BBM yang RON (Research Octane Number) 92, RON 95, 98, termasuk dengan Solar yang Pertamina Dex, itu nanti kami akan melakukan penyesuaian setelah perhitungan selesai, sekarang kita masih melakukan exercise," jelasnya.
Menurut dia, satu komponen yang menjadi pertimbangan dalam perhitungan itu adalah rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP).
Dalam hal ini, ia berharap harga minyak mentah akan kembali melandai seiring dengan genjatan senjata yang dilakukan Iran dan Amerika Serikat (AS).
"Mudah-mudahan, doakan agar betul-betul harga ICP bisa turun, itu akan jauh lebih baik lagi. Tapi sampai dengan sekarang kami masih melakukan perhitungan dengan badan usaha seperti Pertamina dan swasta," bebernya.
Mengenai pasokan minyak mentah (crude), Bahlil menyatakan, pemerintah masih melakukan komunikasi intens terkait dua kapal yang tertahan di Selat Hormuz.
"InsyaAllah doakan bisa cepat. Dengan redanya ada jeda dua minggu daripada eskalasi di Timur Tengah, mudah-mudahan bisa cepat selesai," tukasnya.
Pasokan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Menteri-ESDM-Bahlil-Lahadalia-1.jpg)