Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan Terbatas 

Sentimen pergerakan indeks akan dipengaruhi keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) serta perkembangan negosiasi AS-Iran.

Editor: Vito
TRIBUNNEWS
Seorang karyawan berjalan melintasi papan pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, baru-baru ini. 

JAKARTA, TRIBUN - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan Senin (20/4), di tengah sentimen global yang masih dibayangi ketegangan geopolitik.

Pada penutupan perdagangan Jumat (17/4), IHSG ditutup menguat 0,17 persen ke level 7.634,00. Penguatan itu ditopang antisipasi aksi korporasi emiten serta koreksi harga minyak mentah.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, selama sepekan terakhir IHSG mencatatkan kenaikan 2,35 persen yang didukung peningkatan volume pembelian.

“Investor masih mencermati negosiasi antara AS dan Iran yang belum menemukan titik temu, serta pergerakan harga emas yang menguat, dan minyak dunia yang melemah,” katanya, kepada Kontan, Jumat (17/4).

Sementara dari domestik, menurut dia, penguatan IHSG turut ditopang pergerakan saham-saham konglomerasi.

Untuk perdagangan Senin (20/4), Herditya memperkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan level support di 7.374 dan resistance di 7.673.

Sentimen pergerakan indeks akan dipengaruhi keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) serta perkembangan negosiasi AS-Iran.

Senada, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai pergerakan IHSG saat ini masih cenderung konsolidatif.

“IHSG diperkirakan akan berkonsolidasi sambil menanti perkembangan konflik AS-Iran menjelang batas waktu gencatan senjata,” ucapnya.

Menjelang berakhirnya periode gencatan senjata pada 21 April 2026, ia berujar, kedua negara kembali meningkatkan tensi melalui pernyataan keras, khususnya terkait Selat Hormuz.

Kondisi itu membuat investor global menanti kepastian apakah gencatan senjata akan diperpanjang atau justru terjadi eskalasi konflik yang lebih luas.

Dari sisi teknikal, Alrich menyebut, IHSG masih bertahan di atas MA5 dan jauh di atas MA20, yang menunjukkan tren jangka pendek masih cukup kuat.

“IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi di kisaran 7.700-7.750 sebelum mencoba menembus MA50 di sekitar 7.719,” jelasnya.

Ia memproyeksikan level support IHSG berada di 7.500, pivot di 7.600, dan resistance di 7.700. Pelaku pasar akan mencermati sejumlah rilis data ekonomi pada pekan depan, seperti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, pertumbuhan kredit, dan jumlah uang beredar dari domestik.

Sementara dari global, investor akan menanti rilis data penjualan ritel dan Michigan Consumer Sentiment dari AS, serta data ekonomi dari Eropa dan Asia.

Untuk rekomendasi saham, Alrich menyarankan investor mencermati MDKA, INTP, CLEO, WIIM, ULTJ, dan NCKL.

Sementara, Herditya merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati, yakni BBRI, CMRY, serta MDKA. (Kontan/Muhammad Alief Andri)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved