Bisnis
Askrindo Catat Premi Awal 2026 Tumbuh 10 Persen
PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mencatat penguatan kinerja sepanjang 2025 dengan laba bersih tumbuh lebih dari dua kali lipat.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
“Pendekatan mitigasi risiko kami lakukan secara end-to-end supaya kualitas portofolio tetap terjaga,” jelasnya.
Dalam program KUR, Askrindo mencatat akumulasi nilai pertanggungan sejak 2007 hingga triwulan I 2026 mencapai Rp 810,3 triliun.
Jumlah tersebut mencakup lebih dari 36,8 juta debitur UMKM di seluruh Indonesia.
“Partisipasi kami di KUR merupakan komitmen mendukung inklusi keuangan dan penguatan UMKM nasional,” katanya.
Target Kredit Rp 512 Miliar
Regional Office Head III Semarang, Henry Sabar menjelaskan wilayah Jawa Tengah dan DIY masih menjadi salah satu pasar potensial pembiayaan dan penjaminan kredit.
Menurutnya, nilai pertanggungan kredit yang sudah di-cover Askrindo wilayah Jateng-DIY mencapai sekitar Rp 3,9 triliun.
Angka itu berasal dari total penyaluran kredit wilayah Jateng-DIY yang mencapai lebih dari Rp 8 triliun.
“Yang kita cover sekitar Rp 3,9 triliun,” ujarnya.
Ia menyebut rasio klaim wilayah Jateng-DIY masih tergolong sehat karena berada di bawah 50 persen.
Kondisi tersebut dinilai lebih baik dibanding sejumlah daerah lain yang rasio klaimnya sudah melampaui 100 persen.
“Ini menunjukkan kualitas portofolio di Jawa Tengah dan DIY masih cukup baik,” katanya.
Saat ini target bisnis untuk tahun 2026 mencapai sekitar Rp 512 miliar.
Hingga bulan ini realisasi bisnis kredit sudah mencapai sekitar Rp 177 miliar atau sekitar 35 persen dari target tahunan.
“Tahun ini target kredit sekitar Rp 512 miliar dan realisasi sementara sekitar Rp 177 miliar,” ujarnya.
Dari sisi klaim kredit, Askrindo wilayah Semarang mencatat pembayaran klaim sekitar Rp 113 miliar.
Selain itu, perusahaan juga membukukan subrogasi atau recovery kredit sebesar Rp 36 miliar dari target Rp 210 miliar tahun ini.
Henry optimistis prospek industri asuransi kredit pada 2026 masih positif seiring target pertumbuhan kredit perbankan nasional di kisaran 8 hingga 12 persen. (Rad)
| Agen Properti di Semarang Mulai Gunakan Format "Dracin" untuk Promosi |
|
|---|
| Trend Bisnis Robotik Car Wash Mulai Masuk Semarang |
|
|---|
| Cicilan Jadi Penopang Daya Beli Warga, WOM Finance Salurkan Pembiayaan Rp5,94 Triliun di 2025 |
|
|---|
| Tren Positif Pertumbuhan Pariwisata Jateng Dilirik Industri Asuransi |
|
|---|
| Jawa Tengah Jadi Magnet Industri dan Manufaktur, Ekosistem Bisnis Ikut Berbenah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260507_MENJELASKAN-Direktur-Kepatuhan.jpg)