Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Tern Pelemahan Terus Berlanjut, IHSG Masih Rawan Koreksi

Pada penutupan perdagangan pekan lalu pada Rabu (13/5), IHSG melemah 1,98 persen ke level 6.723,32. Dalam sepekan lalu IHSG melemah 3,53 persen.

Tayang:
Editor: Vito
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Di tengah tren pelemahan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan Senin (18/5), seiring dengan tekanan dari sentimen global dan domestik yang belum mereda.

Pada penutupan perdagangan pekan lalu pada Rabu (13/5), IHSG melemah 1,98 persen ke level 6.723,32. Sementara, dalam sepekan lalu IHSG tercatat melemah 3,53 persen.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai, pergerakan IHSG masih berada dalam tekanan dan rawan melanjutkan tren pelemahan dalam jangka pendek.

“IHSG kami perkirakan masih rawan melanjutkan koreksinya, dengan support di 6.682 dan resistance di 6.789,” katanya, kepada Kontan, Jumat (15/5).

Menurut dia, terdapat sejumlah sentimen yang masih membayangi pergerakan pasar. Di antaranya perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah, tekanan jual dan potensi arus keluar dana asing berkait dengan rebalancing indeks MSCI, serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Senada, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, pelemahan IHSG tidak lepas dari dampak pengumuman review kuartalan indeks MSCI.

“IHSG kembali melemah akibat pengumuman review kuartalan indeks MSCI, di mana sejumlah saham dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index,” jelasnya.

Meski demikian, ia menilai, tekanan dari aksi jual asing tidak sebesar yang sebelumnya dikhawatirkan pasar. Selain itu, status Indonesia yang masih bertahan di kategori emerging market juga turut menjaga optimisme investor.

“Perkiraan foreign outflow tidak sebesar proyeksi awal, dan sebagian arus dana keluar sebelumnya sudah mengantisipasi langkah MSCI tersebut,” bebernya.

Dari sisi teknikal, ia melihat indikator masih menunjukkan tekanan lanjutan. “Pelebaran histogram negatif pada MACD masih berlanjut, diiringi stochastic RSI yang bergerak menuju area oversold,” tuturnya.

Dengan kondisi itu, IHSG diperkirakan berpotensi menguji area support di kisaran 6.700 hingga 6.650 pada perdagangan awal pekan depan.

Untuk rekomendasi saham, Herditya menyarankan pelaku pasar mencermati beberapa saham seperti DEWA, INDY, dan WIFI. (Kontan/Muhammad Alief Andri)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved